LombokPost- Sebanyak 12 santri Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK) MAN 2 Mataram kelas XII kembali diberangkatkan ke Pare, Kediri, Jawa Timur.
Keberangkatan ini bertujuan mengikuti bimbingan belajar bahasa Inggris, bahasa Arab, dan Kitab Kuning sebagai persiapan melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya Timur Tengah.
Pada semester genap tahun pelajaran 2025/2026, peserta bimbel terdiri dari tujuh santri putra dan lima santri putri. Rinciannya, 11 santri mendalami bahasa Arab dan Kitab Kuning di Markaz Arabiyah, sedangkan satu santri lainnya mengambil program International English Language Testing System (IELTS).
Seluruh peserta akan mengikuti Program Syarqi Atsani selama satu bulan dan dilanjutkan Tahdid Mustawa selama satu bulan. Program intensif ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi bahasa serta literasi kitab klasik.
Rombongan yang berangkat pada 9 Januari tersebut dilepas secara resmi oleh Kepala MAN 2 Mataram Sumber Hadi. Ia berpesan agar para santri mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh.
“Kami berharap semua santri yang mengikuti bimbel di Pare Kediri menjaga kesehatan, mengikuti kegiatan dengan serius, dan tetap bersemangat,” pesan Sumber Hadi.
Para santri MANPK MAN 2 Mataram mendapatkan beasiswa dari Kementerian Agama sebesar Rp 700 ribu per bulan selama tiga tahun. Beasiswa ini merupakan dukungan negara dalam mencetak kader ulama dan umara di masa depan.
Sebagai madrasah unggulan keagamaan, MANPK MAN 2 Mataram terus membekali santri dengan penguatan ilmu agama dan bahasa asing. Sejauh ini, banyak lulusan MANPK MAN 2 Mataram yang berhasil melanjutkan studi ke berbagai universitas di mancanegara.
Terkait penguatan pembelajaran Kitab Kuning, MANPK MAN 2 Mataram telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Markaz Arabiyah yang berlokasi di Pondok Pesantren Sidogiri.
Kerja sama ini diinisiasi Wakil Kepala Bidang Keagamaan MAN 2 Mataram Ustaz Muhrim melalui survei penerapan metode cepat membaca Kitab Kuning Al Miftah, termasuk berkoordinasi dengan penggagasnya, Ustadz Qusyairi Ismail.
Ustadz Muhrim menjelaskan, pengembang metode Al Miftah siap bersinergi dengan MAN 2 Mataram. Metode tersebut rencananya akan diterapkan sebagai program matrikulasi bagi santri baru tahun pelajaran 2026/2027.
Editor : Marthadi