LombokPost- Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Mataram Subki Ali langsung tancap gas, tak lama setelah dilantik 12 Januari lalu.
Langkah awalnya adalah meluncurkan program MADu Rasa (Membaca Al-Quran dan Salat Duha Bersama) yang dipusatkan di Masjid Darul Arqam, Karang Kateng, Punia, tepat di belakang madrasah.
Program MADu Rasa ini menjadi wujud nyata komitmen Subki membangun budaya religius sejak dini. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan masyarakat sekitar madrasah, sekaligus terintegrasi dengan aplikasi Kurikulum Cinta yang dicanangkan Menteri Agama RI.
Subki menjelaskan, program MADu Rasa merupakan implementasi visi dan misi kepemimpinannya, yakni SAKTI (Sehat, Cerdas, Kreatif, dan Berkarakter Islami).
Visi ini sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan cerdas.
Kegiatan MADu Rasa dilaksanakan rutin setiap Selasa hingga Jumat, pukul 07.00 hingga 07.30 Wita. Sebelum masuk kelas mengikuti pembelajaran, para siswa diarahkan ke masjid. Guru pun menyambut siswa langsung di Masjid Darul Arqam untuk memulai hari dengan ibadah.
Menurut Subki, momen pagi menjadi waktu terbaik membentuk kesiapan spiritual anak sebelum belajar. Ia mencontohkan peristiwa Isra Mikraj, saat Rasulullah SAW terlebih dahulu disucikan hatinya sebelum menerima perintah besar.
“Begitu juga tujuan program MADu Rasa. Sebelum menerima pembelajaran, hati murid dibersihkan dulu dengan membaca Al-Quran dan salat duha, agar ilmu yang diterima menjadi barokah dan bermanfaat,” ujar Subki.
Melalui program MADu Rasa, pihaknya ingin menanamkan kecintaan siswa terhadap masjid sejak usia dini. Konsep anak cinta masjid menjadi salah satu nilai utama yang terus dikuatkan dalam kegiatan ini.
Tak hanya melibatkan siswa dan guru, program MADu Rasa MIN 1 Kota Mataram juga mengajak wali murid untuk ikut membersamai putra-putri mereka beribadah di masjid. Dengan demikian, madrasah, keluarga, dan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam membentuk karakter islami anak.
Subki berharap MIN 1 Kota Mataram mampu menjadi madrasah yang religius, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter, sejalan dengan semangat SAKTI dan penguatan pendidikan berbasis nilai.
Editor : Redaksi Lombok Post