LombokPost- Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram mulai menguji coba Lima Hari Sekolah (LHS) pada jenjang madrasah pekan ini. Kebijakan tersebut berdampak pada jam pulang siswa yang kini lebih sore dibandingkan sekolah umum di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram.
Kepala Kemenag Kota Mataram Hamdun menjelaskan, uji coba LHS berlaku bagi seluruh jenjang madrasah, baik negeri maupun swasta.
Program ini mencakup Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
“Uji coba Lima Hari Sekolah di madrasah bertujuan agar seluruh mata pelajaran dalam kurikulum madrasah bisa tersampaikan secara maksimal,” ujar Hamdun.
Dalam skema jam sekolah baru, siswa jenjang MI dan MTs kini mengikuti pembelajaran hingga pukul 16.00 Wita. Sementara itu, siswa Madrasah Aliyah (MA) pulang pukul 16.30 Wita.
Menurut Hamdun, perbedaan jam pulang ini disebabkan padatnya muatan mata pelajaran, terutama pada aspek Pendidikan Agama Islam (PAI) yang porsinya lebih besar.
“Kalau di Kementerian Agama, mata pelajarannya memang lebih banyak dibandingkan sekolah umum,” jelas Hamdun.
Sebagai perbandingan, sekolah umum di bawah Disdik Kota Mataram biasanya mengakhiri kegiatan belajar mengajar sekitar pukul 15.20 Wita. Hal inilah yang membuat jam operasional madrasah tampak lebih lama.
Meski diberlakukan menyeluruh, monitoring saat ini baru dilakukan pada madrasah negeri. Pelaksanaan di madrasah swasta masih menunggu laporan teknis dari masing-masing pengawas.
“Kami masih menunggu laporan pelaksanaan di madrasah swasta melalui pengawas madrasah,” kata Hamdun.
Terkait teknis pelaksanaan, Kemenag memberikan fleksibilitas kepada setiap satuan pendidikan. Penentuan jam masuk hingga pembagian jadwal diserahkan kepada madrasah melalui Kelompok Kerja Madrasah (KKM).
“Teknis pelaksanaannya kami serahkan ke madrasah, disepakati bersama di KKM,” tambah Hamdun.
Selain pengaturan jam belajar, uji coba LHS juga berdampak pada penyesuaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Distribusi MBG diatur ulang agar tetap memenuhi kebutuhan gizi siswa selama mengikuti jam belajar yang lebih panjang.
Hamdun berharap penerapan LHS mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, pemenuhan jam mengajar guru, serta pendalaman materi bagi siswa.
Terpisah, Kepala MAN 2 Mataram Sumber Hadi mengatakan pihaknya mulai menerapkan LHS sesuai surat edaran Kemenag Kota Mataram. Siswa di sekolah tersebut kini pulang pukul 16.30 Wita.
“Pembelajaran di madrasah akan lebih maksimal dengan penerapan Lima Hari Sekolah ini,” pungkas Hamdun.
Editor : Pujo Nugroho