LombokPost- Insiden pohon tumbang di SMPN 16 Mataram mengejutkan warga sekolah sekitar pukul 18.30 Wita, Selasa sore (20/1). Sebuah pohon tua tiba-tiba ambruk dan menimpa berugak sekolah hingga menyebabkan ambruk.
Beruntung, saat peristiwa pohon tumbang terjadi, aktivitas belajar mengajar telah berakhir.
Seluruh siswa dan guru sudah pulang ke rumah masing-masing, sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kondisi berugak terlihat cukup parah akibat tertimpa langsung batang pohon berukuran besar.
Meski posisi pohon tumbang sangat dekat dengan perpustakaan dan musala, bangunan utama tersebut dilaporkan aman dari kerusakan.
Kepala SMPN 16 Mataram Burhanuddin mengatakan, penyebab pohon tumbang diduga kuat karena kondisi akar yang sudah keropos dan usia pohon yang memang sudah sangat tua.
“Kami sebenarnya sudah menyadari risiko ini dan berencana melakukan penebangan sebelum insiden benar-benar terjadi,” ujar Burhan.
Proses evakuasi batang dan ranting pohon tumbang dilakukan dengan sigap oleh petugas Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang memotong batang pohon. Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengangkut puing-puingnya.
Kini, area di sekitar lokasi berugak yang ambruk telah dirapikan sehingga tidak mengganggu aktivitas ibadah siswa di musala.
“Walaupun surat permohonan pemotongan belum sempat diajukan ke dinas terkait, musibah pohon tumbang yang menyebabkan berugak ambruk ini sudah ditangani,” pungkas Burhan.
Editor : Kimda Farida