LombokPost- Cuaca ekstrem yang melanda Kota Mataram beberapa hari terakhir mulai berdampak pada fasilitas pendidikan. SMPN 10 Mataram menjadi salah satu sekolah terdampak setelah sejumlah ruang kelas terendam air akibat rembesan dan luapan lingkungan sekitar. Meski demikian, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan lancar.
Kepala SMPN 10 Mataram Chamim Tohari menjelaskan dampak cuaca ekstrem mulai terasa sejak hari pertama hujan lebat. Kondisi terparah terjadi pada Kamis siang (22/1).
Hujan deras menyebabkan air tidak hanya merembes ke satu ruang kelas, melainkan meluas ke kelas di sampingnya.
Menghadapi situasi tersebut, pihak sekolah langsung mengevakuasi siswa ke gedung baru di depan sekolah.
“Kami bersyukur ada gedung baru di depan yang bisa dimanfaatkan untuk evakuasi kelas yang di belakang. Sehingga aktivitas KBM berjalan seperti biasa,” ungkap Chamim.
Penanganan cepat luapan air tidak lepas dari koordinasi pihak sekolah dengan berbagai instansi terkait. Tim BPBD Kota Mataram yang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan langsung turun tangan menyedot genangan air menggunakan dua mesin pompa.
Selain itu, petugas PUPR Kota Mataram membongkar saluran air di depan jalan raya yang sempat buntu sehingga aliran air dari dalam sekolah kembali lancar.
Chamim menyampaikan apresiasi atas respons cepat tersebut. “Terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kota Mataram, BPBD Kota Mataram, and petugas PUPR yang sudah gerak cepat membantu mengatasi permasalahan air meluap ini,” ujar Chamim.
Hingga Jumat siang (23/1), mesin penyedot air masih dioperasikan untuk memastikan area SMPN 10 Mataram benar-benar kering. Chamim berharap cuaca segera membaik agar siswa dapat kembali beraktivitas dengan nyaman tanpa gangguan genangan di ruang kelas.
“Dengan penanganan yang taktis, KBM tidak terganggu dan tetap menjadi prioritas,” pungkas Chamim.
Editor : Redaksi Lombok Post