LombokPost - Harapan wakil SMAN 3 Mataram menjuarai Olimpiade Nasional Bahasa Jerman di Jakarta tertunda. Ni Kadek Nilam Wirasana Putri dan Marvel Lakeswara Alexandria gagal meraih juara dalam kompetisi di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bahasa di Jakarta, pekan lalu.
Sejak awal, ajang tersebut menghadirkan tantangan berat. Selain kendala teknis kemampuan berbicara, faktor cuaca ekstrem berupa hujan badai dan banjir turut mewarnai jalannya lomba.
Pembina Bahasa Jerman SMAN 3 Mataram Evi Rahmawati mengatakan, Nilam dan Marvel memiliki bekal persiapan cukup panjang. Salah satunya bahkan sudah belajar bahasa Jerman sejak SMP. Namun, panggung tingkat nasional berbeda dengan provinsi.
“Di provinsi tidak ada sesi lisan. Sementara di P4TK Bahasa di Jakarta, kemampuan berbicara justru jadi penentu poin yang sangat krusial,” jelas Evi.
Ia mengakui kemampuan berbicara kedua siswanya kurang maksimal. “Siswa kami kurang di berbicaranya, masih gagap dan kurang kencang,” ujarnya.
Meski nilai Nilam melonjak lebih pesat dibanding Marvel, skor tersebut belum cukup membawa mereka menembus lima besar nasional.
Evi menyebut durasi latihan materi lisan yang baru dimulai sejak 5 Januari menjadi faktor utama lemahnya performa pada sesi tersebut.
Kondisi lomba di P4TK Bahasa di Jakarta juga semakin menantang akibat faktor alam. Sejak kedatangan hingga kepulangan, wilayah tersebut terus diguyur hujan badai. Bahkan banjir merendam area sekitar sehingga hari terakhir lomba terpaksa dialihkan ke sistem daring.
Nasib kurang beruntung dialami Nilam dan Marvel saat mencoba melepas penat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Alih-alih menikmati wisata, mereka justru terjebak cuaca gelap dan hujan deras.
“Pokoknya tidak menikmati karena hujan terus, dari berangkat sampai sana gerimis, lalu banjir badai,” kenang Evi.
Editor : Marthadi