LombokPost- Pelatihan Artificial Intelligence (AI) dan coding kembali digelar PT Trakindo Utama (Trakindo) untuk guru SDN 46 Cakranegara. Melalui pelatihan AI dan coding ini,
Trakindo ingin memperkuat kesiapan sekolah menghadapi tantangan era digital sekaligus menyiapkan generasi unggul sejak bangku SD.
“Kurikulum atau training yang diberikan kepada guru ini memang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Saat ini, kita tidak bisa pungkiri bahwa AI itu juga sudah dimanfaatkan masyarakat banyak, termasuk anak-anak SD,” ujar Branch Manager PT Trakindo Cabang Mataram Jeffry, Jumat (13/2).
Ia menjelaskan, melalui pelatihan AI dan coding, para guru dibekali wawasan serta keterampilan dasar hingga tingkat menengah. Tujuannya agar guru mampu membimbing siswa menggunakan teknologi secara bijak dan tepat.
Jeffry menilai anak-anak adalah calon pemimpin masa depan. Karena itu, pembekalan AI dan coding dimulai dari guru sehingga proses transfer ilmu kepada siswa bisa lebih terarah dan efektif.
Selain kemampuan teknis, Trakindo juga menanamkan budaya inovasi yang menjadi napas perusahaan. Budaya inovasi ini ditularkan kepada sekolah mitra agar tetap kompetitif dan tidak tertinggal oleh kemajuan zaman. “Tanpa inovasi, institusi pendidikan dikhawatirkan akan tertinggal,” ujar Jeffry.
Melalui penguatan literasi digital lewat pelatihan AI dan coding ini, Jeffry berharap lahir bibit inovator baru dari SDN 46 Cakranegara yang mampu berprestasi di tingkat nasional. Ia juga berkomitmen melestarikan cita-cita pendiri perusahaan untuk memajukan pendidikan dari Sabang sampai Merauke.
Kepala SDN 46 Cakranegara Baiq Devy Paramitha mengatakan kemitraan ini bukan hal baru. Sejak 2020, Trakindo secara konsisten memberikan pendampingan untuk mendongkrak kompetensi guru.
Menurutnya, pendekatan tahun ini cukup berbeda. Jika sebelumnya implementasi Kurikulum Merdeka identik dengan Project Based Learning (PjBL), kini para guru mulai diperkenalkan dengan metode Challenge Based Learning (CBL).
"Trakindo sangat concern terhadap kompetensi guru. Melalui metode Challenge Based Learning (CBL), guru tidak hanya diajarkan menguasai teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut digunakan secara cerdas untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan," ujar Devy.
Trainer Edukasi 101 Miwahyudi Wandono turun langsung memberikan materi digitalisasi agar guru mampu membimbing siswa menghasilkan proyek kreatif. Inovasi yang lahir dari proses pembelajaran ini nantinya akan dipamerkan sekaligus dilombakan dalam ajang Trakindo Innovakids 2026.
Editor : Kimda Farida