LombokPost- SMAN 8 Mataram menyesuaikan skema pembelajaran selama Ramadan sekaligus mematangkan persiapan Ulangan Tengah Semester (UTS).
Sekolah menitikberatkan penguatan karakter melalui program Iman dan Takwa (Imtak) yang dilaksanakan setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengaja
Kebijakan ini menghadirkan nuansa religius lebih kental. Kepala SMAN 8 Mataram Sunoto menegaskan, penyesuaian jadwal selama Ramadan merupakan agenda rutin tahunan. Pada Ramadan 2026, durasi pembinaan keimanan dan ketakwaan ditambah agar berdampak pada pembentukan karakter siswa.
“Pembelajaran Ramadan kami sesuaikan. Ada penguatan Imtak setiap hari sebelum masuk kelas agar nilai keimanan dan ketakwaan siswa semakin kuat,” ujar Sunoto.
Selama Ramadan, jam masuk dimulai pukul 08.00 Wita, lebih siang dari hari biasa. Sebelum pelajaran inti, siswa mengikuti kegiatan Imtak selama 30-45 menit. Kegiatannya meliputi mengaji bersama dan salat Duha berjamaah di lingkungan sekolah.
Program Imtak menjadi bagian penting dalam pembelajaran Ramadan. Sunoto ingin memastikan siswa tetap produktif selama berpuasa tanpa mengesampingkan penguatan spiritual.
“Pembelajaran selama Ramadan tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membangun akhlak dan kedisiplinan,” ucap Sunoto.
Suasana religius juga terasa di akhir pembelajaran. Setiap hari, kegiatan belajar ditutup dengan salat Duhur berjamaah. Skema ini dirancang agar pembelajaran selama Ramadan berjalan seimbang antara capaian akademik dan pembinaan karakter.
Di sisi lain, persiapan UTS tetap menjadi prioritas. Jadwal UTS yang berdekatan dengan Ramadan membuat sekolah menyiapkan strategi khusus agar siswa tetap optimal menghadapi evaluasi.
“Selain fokus pada kegiatan ibadah selama Ramadan, kami juga memprioritaskan persiapan UTS agar capaian akademik siswa tetap maksimal,” tegas Sunoto.
Editor : Akbar Sirinawa