LombokPost - Ramadan di MTsN 2 Lombok Barat (Lobar) tahun ini terasa berbeda. Melalui program Kurikulum Berbasis Cinta, suasana Ramadan di MTsN 2 Lobar diisi rangkaian kegiatan spiritual yang terstruktur dan menyentuh hati. Program ini dirancang untuk membentuk generasi religius, berakhlak mulia, dan berjiwa Qurani.
Kepala MTsN 2 Lombok Barat Abdul Azis Faradi turun langsung memimpin salat duha berjamaah setiap pagi selama Ramadan. Kehadiran pimpinan di tengah siswa menjadi simbol bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang dijalankan dengan keteladanan.
Menurut Azis, salat duha berjamaah menjadi langkah awal membiasakan siswa “mengetuk pintu rezeki” melalui pendekatan spiritual. Ramadan di MTsN 2 Lobar bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi membangun karakter dan kedekatan dengan Allah SWT sejak dini.
“Kami ingin nilai-nilai keislaman tidak hanya dipelajari di kelas, tetapi benar-benar dirasakan dan dipraktikkan. Inilah esensi Kurikulum Berbasis Cinta,” tegas Azis.
Untuk menjaga semangat siswa selama Ramadan di MTsN 2 Lobar, Azis menghadirkan inovasi Kuis Ramadan. Program ini dirancang interaktif dan edukatif untuk mengasah pengetahuan keislaman.
Setiap hari, siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan reward atau bingkisan menarik. Namun, Azis menegaskan esensi Kuis Ramadan bukan semata hadiah.
“Kami ingin membangun keberanian tampil, semangat belajar, dan daya juang siswa. Reward hanyalah sarana motivasi,” ujar Azis.
Program Kuis Ramadan menjadi salah satu daya tarik dalam pelaksanaan Ramadan di MTsN 2 Lobar. Sekaligus memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang berorientasi pada pembentukan karakter.
Editor : Marthadi