LombokPost- Mahasiswa asal Jerman akan magang di SMAN 3 Mataram (Smanti). Mereka mengikuti program magang sebagai bagian penguatan jejaring pendidikan internasional.
Rencana mahasiswa Jerman magang di Smanti menunjukkan reputasi dan kualitas pendidikan sekolah ini semakin dikenal di tingkat global. Program ini juga diharapkan membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas bagi Smanti.
Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum menjelaskan, rencana mahasiswa Jerman magang di Smanti bermula dari ketidaksengajaan. Mahasiswa tersebut awalnya menemukan informasi mengenai Smanti melalui internet saat berlibur di Indonesia.
Ketertarikan mahasiswa muncul setelah melihat status SMAN 3 Mataram sebagai Partner Schulen, jaringan kemitraan sekolah yang terhubung dengan program pendidikan internasional.
“Mahasiswa ini awalnya mengetahui SMAN 3 Mataram dari internet karena melihat kami sebagai Partner Schulen. Karena tertarik, mereka kemudian datang langsung mengunjungi sekolah,” ujar Yuspita.
Saat ini mahasiswa asal Jerman masih berada di Indonesia dalam rangka liburan. Meski demikian, rencana magang mereka di Smanti mendapat respons positif dari pihak sekolah.
Yuspita menyampaikan, proses magang mahasiswa Jerman kemungkinan dilaksanakan pada Agustus mendatang setelah seluruh dokumen administratif dari kampus asalnya di Jerman diterbitkan.
“Mahasiswa ini masih liburan, tetapi rencananya akan magang di SMAN 3 Mataram pada Agustus setelah ada surat resmi dari kampusnya di Jerman,” jelas Yuspita.
Kehadiran mahasiswa Jerman di Smanti diharapkan memberi dampak positif bagi siswa maupun guru. Selain memperluas wawasan global, program ini membuka ruang pertukaran budaya dan pengalaman pendidikan internasional di sekolah.
Dengan adanya mahasiswa Jerman magang di Smanti, Yuspita menyebut para siswa dapat memperoleh pengalaman belajar lebih luas serta memahami budaya dan perspektif pendidikan dari negara lain.
Program magang mahasiswa Jerman juga menjadi langkah strategis memperkuat posisi sekolah sebagai institusi pendidikan yang aktif membangun jejaring internasional.
Editor : Rury Anjas Andita