LombokPost- Kegiatan Ramadan di SMAN 3 Mataram (Smanti) tahun ini berlangsung khidmat.
Berbagai agenda religius dan sosial digelar untuk memaknai bulan suci. Mulai dari pesantren Ramadan, tadarus Alquran, hingga santunan bagi anak yatim dan masyarakat sekitar sekolah.
Suasana religius terasa sejak awal Ramadan di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Pemuda.
Melalui kegiatan Ramadan, pihak sekolah ingin memperkuat karakter religius sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial para siswa.
Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum menjelaskan, kegiatan Ramadan ini tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga aksi sosial bagi masyarakat sekitar.
“Melalui pesantren Ramadan dan kegiatan sosial, kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujar Yuspita.
Salah satu agenda yang menyita perhatian adalah pembagian paket bantuan.
Dalam kegiatan Ramadan di Smanti, Yuspita menyalurkan paket beras dan uang tunai kepada mereka yang membutuhkan.
Sebanyak 75 anak yatim di sekitar SMAN 3 Mataram menerima santunan berupa paket beras dan uang tunai. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke beberapa panti asuhan di Kota Mataram.
“Paket beras dan uang tunai kami berikan kepada 75 anak yatim yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah. Kami juga menyalurkan bantuan ke panti asuhan,” jelas Yuspita.
Tidak hanya masyarakat luar, kepedulian dalam kegiatan Ramadan juga diberikan kepada siswa internal sekolah.
Siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapatkan santunan khusus dari pihak sekolah.
Selain kegiatan sosial, berbagai agenda ibadah juga digelar selama Ramadan.
Pesantren Ramadan menjadi wadah bagi siswa untuk memperdalam ilmu agama sekaligus memperbaiki akhlak.
“Kegiatan rutin dilakukan tadarus Alquran. Lantunan ayat suci Alquran menghidupkan suasana sekolah setiap hari selama Ramadan,” ucap Yuspita.
Puncak kegiatan Ramadan ditandai dengan peringatan Nuzulul Quran sebagai momen refleksi turunnya kitab suci Alquran sebagai pedoman hidup umat Islam.
Melalui rangkaian kegiatan Ramadan ini, Yuspita berharap para siswa tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan.
“Kegiatan Ramadan di sekolah untuk membentuk karakter religius dan kepedulian sosial siswa,” pungks Yuspita
Editor : Kimda Farida