LombokPost- Upaya menuntaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) di NTB dipercepat. Pemerintah daerah menyiapkan database isu pendidikan NTB 2026 sebagai langkah strategis mendorong peningkatan mutu pendidikan.
Melalui forum Konsolidasi Daerah (Konsolda) pendidikan yang digelar secara nasional, berbagai persoalan pendidikan dipetakan secara rinci. Fokus utama pada penanganan ATS di NTB yang menjadi prioritas dalam penyusunan database isu pendidikan 2026.
Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTB Katman mengatakan, Konsolda menjadi langkah efektif untuk merumuskan solusi konkret.
“Seluruh isu ini akan menjadi basis dalam peningkatan mutu pendidikan NTB dan memastikan pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Katman.
Dari hasil pemetaan, terdapat lima isu utama yang menjadi perhatian. Yakni sarana prasarana dan tata kelola sekolah, sistem pembelajaran dan penilaian, layanan peserta didik, program wajib belajar 13 tahun, serta penjaminan mutu pendidikan.
Di tengah pembahasan itu, penguatan integritas data Dapodik menjadi sorotan. Validitas data dinilai krusial karena berpengaruh terhadap ketepatan program, termasuk menekan angka ATS di NTB. Dengan data akurat, intervensi kebijakan diyakini lebih tepat sasaran.
Selain itu, database isu pendidikan NTB 2026 akan menjadi acuan dalam menentukan skala prioritas di masing-masing daerah. Pemerintah Provinsi NTB akan memfokuskan penanganan pada persoalan paling mendesak agar dampaknya segera dirasakan masyarakat.
Ke depan, langkah ini diharapkan mendorong peningkatan indikator pendidikan. Mulai dari angka partisipasi kasar, capaian literasi dan numerasi, hingga penurunan ATS di NTB. Dengan penguatan database isu pendidikan NTB 2026, Katman optimistis peningkatan mutu pendidikan berjalan lebih terarah dan terukur.
Editor : Akbar Sirinawa