Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Unram Perkuat Prodi Farmasi, Kolaborasi Industri Diperluas

Ali Rojai • Kamis, 2 April 2026 | 09:06 WIB
Rektor Unram Prof Sukardi foto bersama koordinator Prodi Pendidikan Profesi Apoteker di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
Rektor Unram Prof Sukardi foto bersama koordinator Prodi Pendidikan Profesi Apoteker di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

 

LombokPost-Program Studi (Prodi) Farmasi Universitas Mataram (Unram) berdaya saing menjadi fokus utama dalam pengembangan pendidikan.

Melalui penguatan riset, optimalisasi infrastruktur, dan perluasan kerja sama industri, Prodi Farmasi diharapkan mampu mencetak lulusan apoteker yang siap menghadapi tantangan global.

Penguatan farmasi dibahas dalam pertemuan antara Program Studi Farmasi dan Rektor Unram Prof Sukardi.

Baca Juga: Unram Wisuda 1.803 Mahasiswa, Rektor Tekankan Lulusan Berdampak Bagi Masyarakat

Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk membahas kesiapan ujian nasional profesi apoteker, pengembangan fasilitas, hingga peluang kolaborasi industri.

Koordinator Prodi Pendidikan Profesi Apoteker Siti Rahmatul Aini memaparkan sejumlah kebutuhan guna mendukung farmasi Unram berdaya saing. Mulai dari dukungan komputer untuk ujian nasional, penambahan tenaga admin, hingga rencana pembangunan gedung animal handling.

Selain itu, pengadaan alat simulasi anatomi manusia juga diusulkan sebagai bagian dari inovasi pembelajaran.

Fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat farmasi Unram berdaya saing sekaligus menjadi nilai tambah yang dapat dikembangkan secara komersial.

Dalam upaya meningkatkan pengalaman mahasiswa, farmasi berdaya saing juga diperkuat melalui kerja sama industri.

Baca Juga: Kuota SNBT Unram 1.349 Mahasiswa, Peserta Bisa Pilih 4 Prodi

Saat ini, Unram telah menjalin MoA dengan PT Sidomuncul, PT Meiji, dan Kimia Farma yang membuka peluang magang bagi mahasiswa apoteker.

Tak hanya itu, peluang kerja sama juga dijajaki dengan Lombok Inti Karya Anugerah dan PT Nodim untuk memperluas jaringan industri dalam mendukung farmasi Unram berdaya saing.

Prof Sukardi menegaskan pentingnya optimalisasi sumber daya yang sudah ada, termasuk pemanfaatan laboratorium dan fasilitas teknologi untuk menunjang pelaksanaan ujian dan pembelajaran.

Ia juga memperkenalkan konsep Industrial Project Based Education (IPBE), yakni model pendidikan berbasis proyek industri.

Skema ini diyakini mampu memperkuat farmasi Unram berdaya saing melalui pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami mendorong penguatan kerja sama industri dan program magang dengan konversi SKS agar farmasi Unram berdaya saing semakin optimal,” ujarnya.

Selain itu, Unram juga berencana memodernisasi fasilitas kampus, termasuk perpustakaan yang akan dilengkapi ruang belajar interaktif, coffee shop, hingga bookstore online ramah mahasiswa.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung farmasi Unram berdaya saing secara berkelanjutan.

Dengan berbagai upaya itu, farmasi Unram diharapkan mampu melahirkan lulusan apoteker profesional yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga siap bersaing di level internasional. 

Editor : Akbar Sirinawa
#farmasi unram #Unram #Universitas Mataram