LombokPost-Universitas Mataram (Unram) semakin serius memperkuat posisinya sebagai kampus berdampak. Melalui agenda “Orkestrasi Intelektual Guru Besar”, Unram menegaskan langkah strategis menjadikan Unram episentrum dampak bagi pembangunan daerah hingga nasional.
Rektor Unram Prof Sukardi menegaskan bahwa guru besar Unram memiliki peran penting dalam mewujudkan kampus berdampak. Menurutnya, guru besar bukan sekadar penjaga tradisi akademik, tetapi motor perubahan yang harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Orkestrasi ini adalah gerakan kolektif. Keilmuan dari Unram harus menjawab persoalan riil dan memberikan dampak terukur. Guru besar adalah ilmuwan yang diakui negara, sehingga kontribusinya juga harus nyata,” tegas Prof Sukardi.
Baca Juga: Unram-Universitas Pancasila Teken MoU, Fokus Atasi Konflik Sosial NTB
Agenda ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi lintas disiplin. Unram episentrum dampak didorong melalui percepatan hilirisasi riset serta penguatan pengabdian kepada masyarakat.
Ditengah upaya menjadikan kampus berdampak, guru besar Unram didorong menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi lintas bidang menjadi kunci agar Unram benar-benar menjadi pusat solusi.
Konsep pembangunan yang diusung mengacu pada model penta helix, melibatkan pemerintah, kampus, dunia usaha, lembaga pembiayaan, dan masyarakat. Dalam skema ini, Unram berperan sebagai pusat inovasi dan pendampingan melalui riset, transfer teknologi, hingga penguatan SDM.
Pemerintah bertindak sebagai regulator dan fasilitator, sementara dunia usaha memastikan hilirisasi produk riset berjalan optimal. Lembaga pembiayaan menyediakan akses modal, dan masyarakat menjadi penerima manfaat sekaligus penjaga keberlanjutan program.
Untuk memperkuat implementasi, Prof Sukardi juga menyiapkan dukungan konkret melalui program KKN mahasiswa serta pengabdian dosen. Bahkan, anggaran ratusan juta rupiah disiapkan untuk mendukung setiap kelompok kegiatan berbasis inovasi desa.
Baca Juga: 313 Mahasiswa Unram Ikuti Seleksi ONMIPA
Langkah ini mempertegas komitmen Unram episentrum dampak sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.
Dengan strategi ini, Unram optimis mampu menjadi pusat lahirnya inovasi strategis dan solusi berkelanjutan. Kampus berdampak bukan sekadar konsep, tetapi arah nyata yang terus diperkuat untuk masa depan bangsa.
Editor : Akbar Sirinawa