LombokPost- Halalbihalal PGRI Kota Mataram berlangsung meriah dan penuh khidmat. Lebih dari 3 ribu guru memadati Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, Kamis (16/4). Momentum ini dirangkaikan dengan pelepasan 36 jamaah calon haji dari kalangan pendidik.
Tingginya antusiasme guru menjadi bukti kuatnya solidaritas pendidik lintas jenjang di Kota Mataram. Guru TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK, termasuk madrasah, hadir dalam satu wadah kebersamaan.
Acara semakin istimewa dengan kehadiran Bunda Guru Kota Mataram Kinnastri Mohan Roliskana. Meski Wali Kota Mataram berhalangan hadir, kehadiran Bunda Kikin, sapaan akrabnya, mampu membangkitkan semangat ribuan guru.
Baca Juga: Unram Kirim Mahasiswa ke Malaysia, Ikut Ajang Sains Internasional dan Internship
Ketua PGRI Kota Mataram Imam Purwanto mengatakan, kegiatan ini sebagai momen terbesar selama kepemimpinannya.
“Ini adalah Halalbihalal PGRI Kota Mataram paling akbar. Antusiasme guru luar biasa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 36 jamaah calon haji dilepas. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan instansi, termasuk di bawah naungan Kementerian Agama. Pelepasan ini menjadi simbol doa dan dukungan keluarga besar guru.
Baca Juga: Siswa Spendu Raih Gold Award Olimpiade Inggris Internasional
Menariknya, dua pejabat dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas, juga termasuk dalam rombongan calon haji tahun ini. Hal ini menambah nuansa kebersamaan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum menghapus sekat antar guru. Selama ini, perbedaan naungan antara guru provinsi dan Kemenag kerap menjadi pembatas.
“Kami ingin tidak ada lagi sekat. Semua guru adalah bagian dari PGRI Kota Mataram, di mana pun mereka mengabdi,” tegas Imam.
Baca Juga: Wamen Fajar: Fokus Kualitas Pembelajaran, Kurikulum Tak Diubah
Dengan semangat tersebut, kegiatan ini dinilai menjadi contoh bagi daerah lain di NTB. PGRI Kota Mataram dipandang mampu menyatukan organisasi profesi guru sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang harmonis.
Suasana haru terasa saat para jamaah calon haji dilepas.
“Momen Halalbihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga penguat solidaritas dan spiritualitas guru,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa