LombokPost- Pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di SMKN 1 Lingsar menjadi inovasi baru dalam pemanfaatan limbah. Melalui Jurusan Teknik Energi Surya, Hidro, dan Angin (Tesha), sekolah ini mengembangkan energi alternatif dari oli bekas.
Pemanfaatan limbah oli bengkel ini menjadi solusi atas meningkatnya limbah yang berpotensi mencemari lingkungan. Dalam sistemnya, oli bekas digunakan sebagai bahan bakar awal untuk membakar sampah di lingkungan sekolah.
Panas dari pembakaran tersebut dimanfaatkan untuk mendidihkan air dalam bejana tertutup. Uap bertekanan yang dihasilkan kemudian menggerakkan generator hingga menghasilkan listrik.
Baca Juga: Kemensos-Unram Perkuat Pemberdayaan Sosial NTB, Dorong Warga Mandiri
Kepala SMKN 1 Lingsar Ahmad Sabli mengatakan, inovasi ini merupakan implementasi kurikulum Project Based Learning (PjBL). Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menciptakan solusi berbasis lingkungan.
“Pembangkit listrik tenaga sampah ini melatih kepekaan siswa terhadap limbah. Oli bekas yang sebelumnya mencemari kini memiliki nilai ekonomis sebagai energi alternatif,” ujarnya.
Dalam pengembangannya, PLTSa ini dilengkapi sistem pre-heating dan filtrasi. Teknologi tersebut membuat proses pembakaran lebih optimal sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti LPG maupun kayu bakar.
Baca Juga: Seleksi Kasek NTB Tahap Akhir, 37 Jabatan Segera Terisi
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi, inovasi ini dinilai menjadi solusi bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Pemanfaatan oli bekas disebut mampu menekan biaya bahan bakar hingga 50 persen.
Selain efisiensi, dampak positif juga dirasakan dari sisi lingkungan. Limbah oli yang sebelumnya mencemari tanah dan air kini dapat dikelola lebih baik. Siswa juga mendapatkan pengalaman langsung dalam rekayasa sistem termal dan mekanis.
“Pembangkit listrik tenaga sampah ini akan terus kami sempurnakan, terutama pada sistem penyaringan emisi agar tetap ramah lingkungan,” tambah Sabli.
Baca Juga: Wamen Fajar: Fokus Kualitas Pembelajaran, Kurikulum Tak Diubah
Ke depan, inovasi ini diharapkan mendapat dukungan dari sektor industri. SMKN 1 Lingsar ditargetkan menjadi pusat rujukan energi terbarukan di NTB.
“Pembangkit listrik tenaga sampah adalah bukti pendidikan vokasi mampu menjawab tantangan energi masa depan,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa