Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KTIT Unram Perkuat Sinergi Riset Indonesia Timur, Fokus Kemiskinan dan Stunting

Ali Rojai • Senin, 27 April 2026 | 17:10 WIB
SINERGI RISET: Rektor Unram Prof Sukardi (enam dari kiri) foto bersama pimpinan perguruan tinggi lainnya di Indonesia Timur pada workshop KTIT di Hotel Aston Inn, Jumat (24/4). KTIT dorong sinergi riset untuk pengentasan kemiskinan, stunting, dan pengembangan pariwisata.
SINERGI RISET: Rektor Unram Prof Sukardi (enam dari kiri) foto bersama pimpinan perguruan tinggi lainnya di Indonesia Timur pada workshop KTIT di Hotel Aston Inn, Jumat (24/4). KTIT dorong sinergi riset untuk pengentasan kemiskinan, stunting, dan pengembangan pariwisata.

 

LombokPost- Workshop Konsorsium Trilateral Indonesia Timur (KTIT) di Universitas Mataram (Unram) menjadi momentum memperkuat sinergi riset Indonesia Timur. Kegiatan yang digelar di Hotel Aston Inn, Jumat (24/4), menegaskan sinergi riset harus berdampak langsung bagi masyarakat. Khususnya dalam pengentasan kemiskinan ekstrem, stunting, dan pengembangan pariwisata kepulauan.

Kegiatan KTIT Unram ini melibatkan sejumlah kampus di kawasan timur. Di antaranya Universitas Udayana, Universitas Nusa Cendana, Universitas Pattimura, Universitas Katolik Widya Mandira, Universitas Khairun, Universitas Timor, serta Universitas Pendidikan Ganesha. Kolaborasi ini mempertegas arah sinergi riset Indonesia Timur yang inklusif dan berkelanjutan.

Rektor Unram Prof Sukardi menegaskan penguatan ekosistem daerah kepulauan menjadi fondasi utama. Menurutnya, riset tidak boleh berhenti sebagai publikasi ilmiah. Riset harus memberi dampak nyata.

Baca Juga: MAN 1 Mataram Borong 2 Emas di BEC 3, Sabet Best Paper Nasional

“Perguruan tinggi harus hadir menyelesaikan persoalan masyarakat dengan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang terukur,” tegasnya.

Ia menyoroti potensi kawasan timur. Mulai dari perikanan berkelanjutan, energi terbarukan berbasis solar cell, hingga layanan pendidikan hybrid di wilayah kepulauan. Dalam konteks ini, KTIT Unram diharapkan menjadi penggerak sinergi riset yang aplikatif.

Di sisi lain, Kepala LPPM Unram Dr Andi Chairil Ichsan menekankan pentingnya memperluas kolaborasi lintas kampus. Baik negeri maupun swasta. Kawasan Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Maluku Utara dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat jejaring sinergi riset Indonesia Timur.

Baca Juga: Dikpora NTB Dorong Transformasi Kepala Sekolah, Atasi Kesenjangan Pendidikan dan SPMB

Ia juga mendorong pembukaan akses pendanaan di luar APBN. Termasuk dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Dukungan ini dinilai penting agar riset dan pengabdian terealisasi di lapangan.

Workshop KTIT Unram ini menjadi langkah bagi perguruan tinggi di kawasan timur untuk menyatukan langkah. Dengan dukungan kementerian, industri, dan pemerintah daerah, sinergi riset diharapkan menghadirkan solusi bagi masyarakat kepulauan.

Ke depan, sinergi riset Indonesia Timur diharapkan memperkuat peran kampus. Sekaligus mempercepat kontribusi kawasan timur dalam pembangunan nasional.

Editor : Akbar Sirinawa
#sinergi riset Indonesia Timur #KTIT Unram #workshop riset Indonesia Timur #kolaborasi kampus Indonesia Timur #Universitas Mataram