LombokPost--Universitas Mataram (Unram) mempercepat penguatan reputasi akademik melalui program Hibah Top Tier Unram 2026.
Program strategis ini difokuskan untuk meningkatkan publikasi jurnal internasional bereputasi sekaligus mendukung target World Class University (WCU) dan Indikator Kinerja Utama (IKU).
Akselerasi Penelitian Skema Hibah Top Tier Tahun 2026 digelar di Ruang Sidang Senat Rektorat Unram, Kamis (7/5).
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Unram Prof. Dr. Sukardi, Kepala LPPM Dr. Andi Chairil Ichsan, jajaran wakil rektor, dekan, guru besar, hingga peneliti di lingkungan Unram.
Rektor Unram Prof Sukardi menegaskan, Hibah Top Tier Unram 2026 menjadi instrumen penting untuk memperkuat internasionalisasi riset kampus.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan publikasi jurnal internasional top tier, penguatan sitasi global, dan perluasan kolaborasi internasional.
Baca Juga: Revitalisasi SMKN 1 Narmada Disorot, Dugaan Konflik Kepentingan Bendahara Mencuat
Menurutnya, Unram kini memiliki potensi riset yang terus berkembang dengan lebih dari 2.100 publikasi terindeks Scopus dan Web of Science.
Karena itu, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar meningkatkan jumlah publikasi, melainkan memastikan riset dosen mampu menembus jurnal internasional bereputasi tinggi.
“Fokus kita saat ini adalah bagaimana kekuatan riset nasional yang dimiliki Unram dapat bertransformasi menjadi pengaruh global. Karena itu, publikasi harus diarahkan pada jurnal top tier dengan kolaborasi internasional yang kuat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Hibah Top Tier Unram 2026 secara khusus menyasar peneliti terbaik untuk menghasilkan riset unggulan yang relevan dengan isu strategis dunia.
Selain mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), penelitian juga diarahkan untuk mengangkat potensi unggulan NTB.
Baca Juga: Batik Sasambo SMKN 5 Mataram Tembus Eropa, Laris di Jerman dan Dilirik Turki
Penguatan jejaring riset lintas negara juga menjadi perhatian utama. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan visibilitas akademik dan reputasi global Unram di tingkat internasional.
“Hibah Top Tier adalah investasi strategis Unram untuk mengubah kekuatan riset lokal menjadi reputasi global dan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LPPM Unram Dr Andi Chairil Ichsan menjelaskan, program Hibah Top Tier 2026 menyasar 100 peneliti terbaik Unram berdasarkan rekam jejak publikasi dan indeks kinerja akademik.
Besaran hibah yang diberikan berkisar Rp 75 juta hingga Rp 100 juta. Luaran utama yang ditargetkan ialah publikasi pada jurnal internasional bereputasi kategori top tier.
Baca Juga: Gak Main-Main! Proyek Terbesar Mataram Bale Mentaram Kini "Dikawal Ketat" Tim Khusus
Ia mengatakan, seleksi proposal penelitian segera dibuka melalui sistem penelitian internal Unram.
Proposal yang diajukan wajib memiliki orientasi kolaborasi internasional dengan minimal dua negara mitra dan terintegrasi dengan target SDGs.
“Program ini dirancang untuk memperkuat daya saing riset Unram secara global. Karena itu, kami mendorong peneliti membangun kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi atau institusi riset luar negeri bereputasi,” terangnya.
Melalui Hibah Top Tier Unram 2026, kampus berharap transformasi riset unggul dan inovatif dapat berjalan lebih cepat.
Program ini sekaligus memperkuat posisi Unram sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berdaya saing internasional melalui publikasi jurnal internasional berkualitas tinggi.
Editor : Kimda Farida