Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemenag Mataram Antisipasi Lonjakan Siswa PMBM 2026, Kuota Kelas Bisa Ditambah

Jay • Rabu, 13 Mei 2026 | 10:15 WIB
PULANG SEKOLAH: Siswa MTsN 1 Mataram keluar dari madraasah saat jam pulang sekolah, belum lama ini. PMBM dimatangkan, Kemenag antisipasi lonjakan siswa.
PULANG SEKOLAH: Siswa MTsN 1 Mataram keluar dari madraasah saat jam pulang sekolah, belum lama ini. PMBM dimatangkan, Kemenag antisipasi lonjakan siswa.

 

LombokPost- Pelaksanaan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) di Kota Mataram mulai dimatangkan jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Pada PMBM madrasah tahun ini, Kemenag Kota Mataram fokus menjaga kondusivitas dengan Dinas Pendidikan (Disdik) sekaligus mengantisipasi lonjakan jumlah siswa di madrasah negeri.

Persiapan PMBM di Mataram dilakukan melalui koordinasi lintas instansi agar proses penerimaan siswa baru berjalan tertib dan tidak memicu persoalan dengan sekolah umum di bawah naungan Dinas Pendidikan.

Kepala Kemenag Kota Mataram Hamdun mengatakan, sinkronisasi jadwal penerimaan menjadi perhatian utama. Langkah itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan proses pendaftaran antara madrasah dan sekolah umum.

Baca Juga: NTB Inklusif Siapkan Jalan Siswa Difabel Jadi Profesor

“Kita menjaga kondusivitas dengan sekolah umum. Jangan sampai kita buka lebih dulu lalu muncul komplain dari teman-teman SD. Kesamaan waktu ini penting dijaga,” ujarnya.

Selain soal jadwal PMBM, Kemenag juga menyoroti tingginya minat masyarakat terhadap madrasah negeri di Kota Mataram. Fenomena membludaknya pendaftar hampir selalu terjadi setiap tahun, mulai jenjang MI, MTs hingga MA.

Karena itu, kapasitas ruang kelas madrasah menjadi pembahasan serius dalam persiapan PMBM tahun ini. Sesuai regulasi, idealnya satu rombongan belajar (rombel) diisi 28 siswa. Namun kondisi di lapangan membuat aturan itu harus diterapkan lebih fleksibel.

Baca Juga: Pisah Kenang MAN 2 Mataram Meriah, Luncurkan Buku dan Apresiasi Siswa Berprestasi

Hamdun menyebutkan, kapasitas ruang kelas masih dimungkinkan bertambah hingga 36 bahkan maksimal 38 siswa per rombel. Dengan catatan kondisi ruangan dinilai masih layak dan tidak terlalu padat.

“Yang penting siswa tidak berdesakan. Kalau ruangannya memungkinkan, kita akomodir hingga 30 lebih karena ini memang tuntutan masyarakat,” jelas Hamdun.

Lonjakan siswa madrasah di Kota Mataram dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan madrasah. Karena itu, Kemenag berupaya memastikan PMBM madrasah berjalan lancar tanpa mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.

Baca Juga: SMAVOC Season 7 Diikuti 45 Tim, Jadi Ajang Cari Atlet Voli Muda NTB

Hamdun menegaskan pengawasan terhadap kapasitas kelas akan dilakukan secara ketat agar kualitas pembelajaran tetap terjaga meskipun jumlah pendaftar melampaui kuota yang tersedia.

“Kami berharap proses penerimaan siswa baru tahun ini dapat berjalan kondusif,” pungkasnya.

Editor : Redaksi Lombok Post
#PMBM 2026 Kemenag Mataram lonjakan siswa madrasah penerimaan murid baru madrasah madrasah negeri Kota Mataram