Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Eksplorasi Strategis Mahasiswa Doktor Terapan Bisnis Pariwisata  IPB Internasional Bali di Batu Kumbung, Lombok

Siti Aeny Maryam • Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:11 WIB
Program S3 (Doktor Bisnis Terapan Pariwisata) pada Sabtu (23/5/2026, melakukan kunjungan riset  Desa Wisata Batu Kumbung Lombok Barat.
Program S3 (Doktor Bisnis Terapan Pariwisata) pada Sabtu (23/5/2026, melakukan kunjungan riset  Desa Wisata Batu Kumbung Lombok Barat.
LombokPost - Program Pascasarjana (S3) Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional Bali menggelar rangkaian kunjungan strategis, penelitian, dan pengabdian masyarakat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Agenda besar ini dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana S2 & S3 IPB Internasional, Prof. Dr. Made Budiarsa, didampingi oleh Ketua Program Studi S2, Dr. Herny Susanti.

Program S3 (Doktor Bisnis Terapan Pariwisata) pada Sabtu (23/5/2026, melakukan kunjungan riset  Desa Wisata Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Sabtu (23/5/2026). 

Baca Juga: Disaksikan Mendagri, Wali Kota Mohan Roliskana Sukses Sabet Creative Finance Award 2026!

Riset ini difokuskan pada Wisata alam, budaya, event dan tata kelola bisnis pariwisata terapan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal secara mandiri.

Direktur Pascasarjana IPB Internasional Bali, Prof Made Budiarsa, menegaskan pentingnya riset lapangan ini dilakukan untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat. 

Menurutnya, pengembangan pariwisata harus tetap berlandaskan karakteristik alam,  budaya dan kearifan lokal masing-masing daerah.

Baca Juga: Bolak-balik Sumbawa-Mataram di Usia 70 Tahun, Perempuan Ini Surati Kapolri hingga Presiden demi Bersihkan Nama Baik

“Tujuan kita di S3 itu mengembangkan doktor-doktor yang mempunyai karakteristik local wisdom, terutama yang berkaitan dengan budaya dan alam,” ujar Profesor Budiarsa di sela kunjungan di Desa Wisata Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Sabtu (23/5/2026).

Direktur Pascasarjana IPB Internasional Bali, Prof Made Budiarsa, menegaskan pentingnya riset lapangan ini dilakukan untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat. 
Direktur Pascasarjana IPB Internasional Bali, Prof Made Budiarsa, menegaskan pentingnya riset lapangan ini dilakukan untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat. 

Kunjungan mahasiswa S2 dan S3 ke Desa Wisata Batu Kumbung ini merupakan implementasi dari upaya membuat rumusan dimana setiap daerah memiliki tantangan pengembangan wisata yang relatif serupa, namun pendekatan penyelesaiannya harus disesuaikan dengan karakter budaya lokal. 

Menurut Profesor Profesor Budiarsa, potensi lokal yang dikelola dengan tepat dapat menjadi kekuatan menuju destinasi wisata berstandar internasional.

“Kita ingin menghasilkan data mentah yang diolah menjadi sesuatu yang applicable untuk diterapkan dan menjadi inovasi produk yang bisa dikembangkan di tempat lain maupun di sini,” tambahnya.

Di Desa Wisata Batu  Kumbung, rombongan pascasarjana S3 IPB Internasional melihat berbagai potensi alam, budaya, event, pola dan paket wisata budaya sekaligus keindahan alam dikembangkan untuk memancing wisatawan berkunjung ke desa ini.

Dengan demikian, mahasiswa pascasarjana S3 juga bisa menyimpulkan jika event prioritas di rancang berdasatkan potensi daerah yang ada.

 Kesimpulan ini dibuat berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan konsep Sustainable Tourism, Community based Tourism, collaboration serta Sustainable Event.

Baca Juga: Cerita Pasutri Fitria dan Rifal yang Panen Cuan dari Makanan Viral, Jualan Dua Jam, Pernah Raup Omzet Rp 8 Juta 

Kepala desa Batu Kumbung juga menyatakan kesiapannya untuk kolaborasi dengan IPB Internasional.

Sehari sebelumnya, Jumat (22/5/2026) rombongan pascasarjana IPB Internasional telah melalukan kunjungan riset ke Desa Wisata Sedau Lombok Barat. Rombongan juga mengagendakan kunjungan ke sejumlah objek wisata bersejarah dan ikonik di Lombok, salah satunya adalah destinasi cagar budaya Taman Narmada. 

Tak hanya itu, rombongan juga melakukan kunjungan khusus ke pihak MGPA (Mandalika Grand Prix Association) untuk mendalami manajemen wisata berbasis mega-event olahraga yang di dampingi  Direktur Mandalika International Festival  (MIF).

Sementara itu, Ketua Program S2 IPB Internasional Bali, Dr Herny Susanti ini mengatakan kunjungan ke Lombok merupakan implementasi nyata dari mata kuliah Manajemen Destinasi dan Pemasaran Pariwisata.

Ia menyoroti potensi besar Desa Sedau dan Desa Batu Kumbung sebagai desa wisata, namun masih menghadapi sejumlah keterbatasan infrastruktur dasar penunjang pariwisata.

“Kami melihat aksesibilitas yang belum diperhatikan serta fasilitas penunjang seperti toilet umum yang masih sangat sedikit,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga belum menemukan fasilitas homestay atau tempat istirahat di sepanjang jalur trekking wisata.

Di sisi lain, Direktur Mandalika International Festival ( MIF) yang juga mahasiswa S3 IPB Internasional Bali, Sirajuddin, menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif atau strategi penta-helix dalam pengembangan pariwisata dan Event di Pulau Lombok. MIF, Kurnia Indonesia,IPB Internasional Bali dan Poltekpar Lombok akan merancang "Hallmark  Event" yaitu event yang akan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan dengan konsep "Sustainable Event" yaitu event bekelanjutan " berdasarkan sumber budaya " Sasak " Yang sudah ada dengan salah Satu  keunikan yang masih dijaga Tokoh Sasak Desa Batu Kumbung  H. Mundir dan Kepala Desa Batu Kumbung dan Masyarakat .

Banyak Pilihan nama Event  dengan dua pilihan Batu Kumbung Festival ( BKF) atau " Bali Ungguh Festival ( BUF) ujar Direktur Kurnia Indonesia dan  Vice President Asia Pacific Institute For Events Management ( APIEM ) UK . 

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata  tidak boleh hanya menguntungkan satu pihak, melainkan harus memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat lokal secara berkelanjutan. 

“Setiap objek itu kami selalu menggunakan pendekatan penta-helix, di mana semua diajak berkolaborasi termasuk masyarakat,” katanya.

Program Pascasarjana (S3) Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional Bali menggelar study riset ke Desa Wisata Batu Kumbung Lombok Barat Sabtu (23/5/2026).
Program Pascasarjana (S3) Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional Bali menggelar study riset ke Desa Wisata Batu Kumbung Lombok Barat Sabtu (23/5/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya memenuhi kebutuhan dasar wisatawan seperti something to see, something to do, to learn, something to buy, dan something to eat and to drink yang dinilai masih perlu diperkuat di kedua desa wisata tersebut.

Baca Juga: Sinergi Baru Sirkuit Mandalika, Hidupkan Kawasan Kejar Investasi Kakap Diluar Kalender Balap

Widodo Marmer selaku Mahasiswa S3 BTP IPB Internasional menilai Desa Wisata Batu Kumbung memiliki variasi daya tarik wisata berkualitas dari sisi budaya, alam sejarah dan buatan.Maka harus mampu menjaga dan memanfaatkan dengan baik . 

"Kami akan menganalisis dan merekomendasi agar " Quality Tourism" bisa terwujud di beberapa Desa Wisata Lombok NTB.

Dengan dukungan Master plan dan kolaborasi masyarakat desa dan lembaga lainnya maka perlu ada juga tukar menukar pelajar Poltekpar Lombok dengan IPB Internasional dan berkolaborasi dengan MIF yang selama sudah bergerak dalam menghadirkan event internasional," ujar Widodo Marmer.

Editor : Siti Aeny Maryam
#internasional #ipb #NTB #Desa Wisata #Lombok