Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Reramputan Mentaram Tampil di APEKSI 2026, Promosikan Harmoni Budaya Sasak

Jay • Senin, 25 Mei 2026 | 16:20 WIB
BUDAYA SASAK: Terune Dedare Kota Mataram, memadukan kreatifitas musik suku Sasak dan seni religi bernuansa Islami saat tampil di Rakerwil APEKSI 2026 Kota Denpasar, Sabtu lalu (23/5).
BUDAYA SASAK: Terune Dedare Kota Mataram, memadukan kreatifitas musik suku Sasak dan seni religi bernuansa Islami saat tampil di Rakerwil APEKSI 2026 Kota Denpasar, Sabtu lalu (23/5).

 

LombokPost- Kota Mataram kembali menunjukkan kekuatan seni dan budaya daerah melalui pementasan Reramputan Mentaram dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerwil) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Wilayah IV Tahun 2026 di Kota Denpasar pada 21-23 Mei.

Pementasan Reramputan Mentaram menjadi sorotan karena menghadirkan kolaborasi tari tradisional dan musik daerah khas Sasak yang sarat pesan toleransi dan kebersamaan. Melalui ajang Rakerwil APEKSI 2026, Kota Mataram memanfaatkan panggung nasional tersebut untuk mempromosikan budaya Sasak sekaligus memperkuat identitas daerah.

Penampilan seni budaya itu dibawakan Sanggar Binaan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram dengan konsep harmonisasi budaya nusantara.

Reramputan Mentaram memadukan seni religi bernuansa Islami dengan musik tradisional Sasak yang dikemas modern dan atraktif.

Sebuah karya unik persembahan Terune Dedare Kota Mataram. Memadukan kreatifitas musik suku Sasak dan seni religi bernuansa Islami.

Baca Juga: SMAVOC Season 7 di SMAN 8 Mataram Hidupkan Gairah Voli Pelajar di NTB

Kabid Kebudayaan Disdik Kota Mataram Ahadi Hudaya mengatakan, pementasan tersebut menjadi representasi kehidupan masyarakat Kota Mataram yang hidup rukun dalam keberagaman suku, agama, etnis, dan budaya.

“Pementasan ini menggambarkan harmonisasi suku, etnis, agama, dan budaya di Kota Mataram yang terus terjalin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ahadi, Reramputan Mentaram bukan sekadar pertunjukan hiburan semata.

Karya seni tersebut juga menjadi bagian dari upaya memajukan kebudayaan daerah secara berkelanjutan sekaligus memperkenalkan nilai-nilai toleransi kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Duta Literasi SMAN 4 Mataram Jadi Wadah Cetak Siswa Kritis dan Kreatif

Melalui kolaborasi seni budaya Sasak dan nuansa religi, pertunjukan ini membawa pesan penting tentang menjaga nilai agama dan melestarikan budaya sebagai identitas masyarakat Kota Mataram.

Dalam penampilan berdurasi 12 menit tersebut, sebanyak 50 personel terlibat, terdiri atas 30 pemain dan 20 kru pendukung.

Pementasan semakin semarak dengan iringan alat musik tradisional seperti Gendang Beleq, Klentang, Jidur, Gong, dan Rebana Tar yang menjadi ciri khas budaya Lombok.

Tak hanya menjadi ajang promosi budaya daerah, Reramputan Mentaram juga diharapkan menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda agar semakin mencintai warisan seni tradisional Sasak di tengah perkembangan budaya modern.

Baca Juga: SMPN 15 Mataram Juara Musik Tradisional FLS3N, Incar Tiket Nasional ke Jakarta

Partisipasi Kota Mataram dalam Rakerwil APEKSI 2026 menjadi bukti bahwa seni budaya tetap memiliki peran penting sebagai jembatan persatuan sekaligus penguat identitas daerah di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Dengan tampilnya Reramputan Mentaram di Rakerwil APEKSI 2026, Ahadi berharap budaya Sasak semakin dikenal luas dan mampu menjadi daya tarik budaya yang membanggakan di tingkat nasional.

Editor : Kimda Farida
#Kota Mataram #Reramputan Mentaram #Budaya Sasak #APEKSI 2026 #Rakerwil APEKSI 2026