LombokPost- MAN 2 Mataram terus memperkuat digitalisasi madrasah sebagai program unggulan Kementerian Agama.
Salah satu langkah nyata yang kini diterapkan adalah penggunaan Learning Management System (LMS) dalam pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) 2026.
Melalui sistem ini, seluruh siswa MAN 2 Mataram mengerjakan ujian menggunakan smartphone masing-masing.
Penerapan LMS di MAN 2 Mataram dinilai mampu menciptakan sistem ujian yang lebih efektif, efisien, dan transparan. Selain mendukung digitalisasi madrasah, penggunaan LMS saat ASAT juga dinilai dapat meminimalkan praktik menyontek di lingkungan sekolah.
Kepala MAN 2 Mataram Sumber Hadi mengapresiasi penerapan LMS dalam ASAT tahun ini.
Menurutnya, penggunaan LMS menjadi inovasi baru bagi guru maupun siswa di MAN 2 Mataram.
Baca Juga: Spendu Mataram Jadi SMP Terbaik di NTB, Masuk 46 Besar Nasional
“Alhamdulillah, LMS sudah bisa diterapkan di MAN 2 Mataram untuk pelaksanaan ASAT. Siswa menjawab soal menggunakan smartphone masing-masing sehingga bisa meminimalkan praktik menyontek,” ujar Sumber.
Ia menegaskan, penggunaan LMS dalam ASAT sangat mendukung terciptanya sistem evaluasi yang modern dan akuntabel.
Selain itu, penerapan LMS juga menjadi bagian penting dalam mendukung program digitalisasi madrasah yang terus digaungkan Kemenag RI.
“ASAT dengan LMS dan smartphone merupakan inovasi baru di MAN 2 Mataram, baik bagi siswa maupun guru yang melaksanakan,” tambahnya.
Baca Juga: Duta Literasi SMAN 4 Mataram Jadi Wadah Cetak Siswa Kritis dan Kreatif
Diketahui, penggunaan LMS untuk ASAT di MAN 2 Mataram berlangsung sejak 23 Mei hingga 4 Juni 2026.
Sistem ujian berbasis smartphone tersebut memanfaatkan konsep Bring Your Own Device (BYOD).
Dimana siswa menggunakan perangkat pribadi untuk mengakses soal dan mengerjakan ujian secara digital.
Melalui sistem LMS, madrasah juga dapat mengurangi penggunaan kertas atau paperless sehingga lebih hemat biaya operasional dan mendukung konsep madrasah hijau.
Meski demikian, Sumber mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis dalam penerapan LMS. Mulai dari jaringan wifi yang belum stabil, smartphone siswa yang belum sepenuhnya kompatibel, hingga kebutuhan pembaruan aplikasi secara berkala.
Baca Juga: SMAVOC Season 7 di SMAN 8 Mataram Hidupkan Gairah Voli Pelajar di NTB
Karena itu, MAN 2 Mataram terus melakukan pembenahan sistem, termasuk penambahan bandwidth internet di lingkungan madrasah agar pelaksanaan ASAT berbasis LMS semakin optimal.
“Kami berharap dengan adanya LMS ini siswa semakin bersemangat menjawab soal-soal dan lebih siap menghadapi sistem pembelajaran digital,” tandas Sumber.
Sementara itu, Waka Akademik MAN 2 Mataram Lalu Ahmad Fahrudin menjelaskan, penerapan LMS saat ASAT memberikan banyak keuntungan bagi madrasah.
Selain paperless, sistem digital juga mampu mengurangi human error dalam proses koreksi nilai.
Baca Juga: SMPN 15 Mataram Juara Musik Tradisional FLS3N, Incar Tiket Nasional ke Jakarta
“Penggunaan LMS mendukung program Madrasah Asri atau madrasah hijau karena mampu mengurangi penggunaan kertas secara signifikan,” jelasnya.
Editor : Kimda Farida