LombokPost- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mengingatkan seluruh sekolah segera memperbaiki kualitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Peringatan ini disampaikan karena data Dapodik dan residu NIK menjadi penentu utama dalam proses penerbitan ijazah siswa.
Kabid Dikdas Disdik Kota Mataram Syarafudin menegaskan, kesalahan data Dapodik seperti residu NIK, kesalahan nama, hingga Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dapat menyebabkan data siswa tidak muncul di manajemen ijazah.
Dampaknya, ijazah siswa berpotensi gagal terbit.
Saat ini, operator Dapodik sekolah tengah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) bidang ketenagaan yang difokuskan pada peningkatan kualitas data Dapodik.
Langkah ini dilakukan agar seluruh data pendidikan benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Baca Juga: Tiga Siswa MAN 2 Mataram Juara The Art of Speaking NTB 2026
Syarafudin mengatakan, validitas data Dapodik sangat penting karena pemerintah kini menggunakan sistem “Satu Data” untuk penyaluran bantuan pendidikan dan administrasi sekolah.
“Jika di manajemen ijazah muncul residu NIK atau data residu lainnya, maka data siswa tersebut tidak akan muncul. Ini akan menghambat proses penerbitan ijazah,” ujarnya.
Karena itu, Disdik Kota Mataram meminta seluruh operator sekolah segera melakukan verifikasi dan pembaruan data siswa. Terutama bagi peserta didik kelas akhir yang akan menerima ijazah tahun ini.
Baca Juga: 87 Siswa MAN 1 Mataram Lulus SNBT 2026, Tiga Tembus Kedokteran Unram
Perbaikan data Dapodik mencakup validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama siswa, hingga Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
Identitas siswa di ijazah harus benar-benar sesuai dengan dokumen resmi agar tidak menimbulkan persoalan administrasi pada masa depan.
Selain data siswa, Disdik Kota Mataram juga menyoroti pentingnya pembaruan data sarana dan prasarana sekolah dalam aplikasi Dapodik.
Operator sekolah diminta melaporkan kondisi bangunan secara akurat, termasuk tingkat kerusakan fasilitas pendidikan.
“Operator Dapodik wajib melaporkan tingkat kerusakan secara akurat di dalam aplikasi,” tegas Syarafudin.
Baca Juga: SMAN 3 Mataram Salurkan 300 Paket Daging Kurban untuk Anak Yatim dan Siswa Kurang Mampu
Dengan kualitas data Dapodik yang valid dan bebas residu NIK, Syarafudin berharap seluruh layanan pendidikan dan bantuan pemerintah dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
“Kami juga mengingatkan sekolah agar tidak menunda pembaruan data Dapodik karena dampaknya bisa langsung dirasakan siswa, terutama terkait penerbitan ijazah dan administrasi pendidikan lainnya,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida