LombokPost- Gugurnya bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) sempat membuat Deswita Aulia Putri kehilangan harapan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Padahal, Deswita telah dinyatakan lolos Universitas Mataram (Unram) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Karena gugur KIP Kuliah dan keterbatasan ekonomi keluarga, Deswita nyaris batal kuliah di Unram.
Kisah Deswita yang gugur KIP Kuliah itu mendapat perhatian langsung dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Prof Khairul Munadi, bersama Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof Sukardi. Keduanya mendatangi kediaman Deswita di Ampenan, Kota Mataram, Minggu (7/6).
Kunjungan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dan perguruan tinggi untuk memastikan tidak ada mahasiswa berprestasi yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena kendala ekonomi.
Baca Juga: PMBM MAN 1 Mataram Dibuka, Kuota 319 Siswa Baru Diperebutkan
Prof Khairul Munadi menegaskan, bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan akses pendidikan tinggi dapat dinikmati seluruh anak bangsa yang memiliki kemampuan akademik, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Jangan sampai ada anak-anak kita yang harus mengubur mimpinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya. Ini menjadi perhatian pemerintah, Presiden, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan membantu mahasiswa yang menghadapi kondisi serupa dengan Deswita.
Baca Juga: Pendidikan Anak Pesisir NTB Masih Tertinggal, 73 Ribu Anak Tak Sekolah
Menurutnya, apabila ada calon mahasiswa yang terkendala biaya pendidikan, perguruan tinggi harus segera mendapatkan informasi agar dapat mencarikan solusi yang tepat.
Pada kesempatan itu, Prof Khairul juga memberikan apresiasi kepada Unram yang aktif melakukan penelusuran terhadap calon mahasiswa yang tidak melakukan registrasi ulang karena persoalan ekonomi.
“Saya mengapresiasi langkah Rektor Universitas Mataram yang berinisiatif mencari dan memastikan mahasiswa yang menghadapi kendala ekonomi tetap memperoleh kesempatan untuk kuliah,” katanya.
Baca Juga: SPMB Kota Mataram 2026 Dibuka 22 Juni, Jalur Prestasi SMP Dapat Kuota 25 Persen
Sementara itu, Rektor Unram Prof Sukardi menegaskan, tidak boleh ada mahasiswa berprestasi yang gagal melanjutkan pendidikan hanya karena persoalan biaya.
“Tidak boleh ada anak yang putus kuliah, apalagi mahasiswa yang memiliki prestasi. Pemerintah dan universitas harus hadir membantu,” tegasnya.
Berdasarkan hasil verifikasi Unram, terdapat 18 calon mahasiswa jalur SNBP yang tidak melakukan daftar ulang karena kendala ekonomi. Seluruhnya akan difasilitasi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Mataram.
Baca Juga: Hasil TKA SMP Kota Mataram 2026 Lampaui Nasional, Literasi Siswa Kian Menguat
Khusus untuk Deswita yang gugur KIP Kuliah, Unram menyiapkan skema khusus melalui jalur mandiri dengan biaya pendidikan nol rupiah. Kuota jalur mandiri akan disesuaikan agar Deswita tetap dapat diterima sebagai mahasiswa baru Unram.
Prof Sukardi menjelaskan, bahwa jalur mandiri di Unram tidak selalu identik dengan biaya tinggi. Saat ini lebih dari 700 mahasiswa telah mendapatkan skema pendidikan tanpa biaya, termasuk mahasiswa di Fakultas Kedokteran.
“Mahasiswa yang memiliki prestasi seperti ini tidak boleh disia-siakan. Tugas Deswita sekarang belajar dengan sungguh-sungguh. Soal biaya kuliah, tidak perlu dipikirkan lagi karena akan kami bantu sampai selesai,” ujarnya.
Baca Juga: SMKN 1 Lingsar Diserbu Pendaftar, Lebih 800 Calon Siswa Daftar SPMB 2026
Selain memastikan Deswita dapat kuliah di Unram, pihak universitas juga akan mengupayakan dukungan tambahan melalui program orang tua asuh untuk membantu kebutuhan selama masa studi.
Mendengar kepastian tersebut, Deswita mengaku bersyukur karena impiannya untuk kuliah akhirnya dapat terwujud.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kesempatan ini sangat berarti bagi saya dan akan saya manfaatkan sebaik mungkin untuk meraih cita-cita,” ungkapnya.
Baca Juga: Siswa SMPN 2 Mataram Raih Silver Award TIMO, Harumkan Nama Indonesia di Ajang Internasional
Apresiasi juga datang dari warga dan perangkat lingkungan setempat yang menyaksikan langsung kunjungan tersebut. Mereka menilai perhatian yang diberikan pemerintah dan Unram menjadi bukti nyata keberpihakan terhadap pendidikan masyarakat kurang mampu.
Dalam kesempatan itu, Deswita juga menerima bantuan pendidikan serta satu unit laptop yang akan digunakan untuk mendukung aktivitas perkuliahannya.
Kisah Deswita yang gugur KIP Kuliah namun akhirnya tetap bisa kuliah di Unram menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat mampu membuka jalan bagi mahasiswa berprestasi.
Harapan bagi penerima KIP Kuliah yang menghadapi kendala serupa tetap terbuka. Sehingga tidak ada mimpi untuk kuliah di Unram maupun perguruan tinggi lainnya yang terhenti karena keterbatasan ekonomi.
Editor : Kimda Farida