Kegiatan evaluasi pembelajaran yang diikuti seluruh peserta didik tersebut berlangsung tertib dan lancar dengan mengedepankan pemanfaatan teknologi digital dalam proses asesmen.
Kepala SMA Negeri 9 Mataram, Nengah Istiqomah, M.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan SAS tahun ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi.
Baca Juga: Sabtu Budaya SMAN 9 Mataram Perkuat Identitas Diri Melalui Pentas Seni Tradisional
Salah satunya dengan memanfaatkan telepon pintar (smartphone) milik siswa sebagai media mengerjakan soal secara digital.
Menurutnya, penggunaan perangkat digital dalam pelaksanaan ujian tidak hanya membuat proses asesmen lebih efektif dan efisien, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan literasi teknologi peserta didik di era digital.
“Pemanfaatan handphone dalam kegiatan sumatif merupakan bagian dari digitalisasi layanan pendidikan di sekolah. Selain mengurangi penggunaan kertas, sistem ini juga melatih siswa untuk memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab,” ujar Nengah Istiqomah.
Baca Juga: Kejari dan Dinsos Loteng Salurkan Bantuan untuk Santri Korban Luka Bakar
Selama pelaksanaan SAS, siswa mengerjakan soal melalui platform digital yang telah disiapkan sekolah. Guru pengawas tetap melakukan pendampingan dan pengawasan guna memastikan seluruh peserta mengikuti ujian secara jujur, mandiri, dan sesuai aturan yang berlaku.
Pantauan di sejumlah ruang kelas menunjukkan para siswa mengikuti ujian dengan serius. Sebagian besar peserta tampak mengakses soal melalui smartphone masing-masing, sementara guru memantau jalannya asesmen untuk memastikan proses berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti.
Selain pelaksanaan ujian, pihak sekolah juga menggelar koordinasi bersama guru dan tenaga kependidikan untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan SAS.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh tahapan asesmen berjalan sesuai standar dan menghasilkan data capaian belajar yang akurat.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 9 Mataram tidak hanya mengukur hasil belajar siswa selama satu semester, tetapi juga memperkuat budaya pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Hasil SAS nantinya akan menjadi dasar dalam memetakan capaian kompetensi siswa sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada tahun ajaran berikutnya.
Dengan dukungan seluruh warga sekolah, pelaksanaan Sumatif Akhir Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 di SMA Negeri 9 Mataram berlangsung aman, tertib, dan sukses.
Penerapan asesmen berbasis digital menjadi salah satu wujud komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang inovatif, modern, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Foto: Siswa SMA Negeri 9 Mataram mengerjakan Sumatif Akhir Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 menggunakan smartphone sebagai bagian dari penerapan digitalisasi asesmen dan penguatan literasi teknologi di lingkungan sekolah.
Editor : Siti Aeny Maryam