LombokPost- Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMAN 1 Lingsar 2026 mengalami penyesuaian. Sekolah terpaksa mengurangi daya tampung setelah bangunan ruang guru ambruk dan berpotensi membahayakan ruang kelas di sebelahnya.
Plt Kepala SMAN 1 Lingsar Efendi Agung Wijaksana menjelaskan, sekolah sebelumnya berencana menerima peserta didik baru sebanyak sepuluh rombongan belajar (rombel). Namun, hasil evaluasi kondisi bangunan menunjukkan ada satu ruang kelas yang berisiko terdampak. Ruang itu tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar.
“Awalnya kami menerima sepuluh rombel. Namun karena ada satu ruang kelas yang berpotensi ikut ambruk menyusul ruang guru, maka jumlah siswa yang akan diterima dikurangi menjadi sembilan rombel,” ujar Agung.
Baca Juga: SPMB Kota Mataram 2026 Dibuka 22 Juni, Jalur Prestasi SMP Dapat Kuota 25 Persen
Pengurangan kuota SPMB dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjamin keselamatan warga sekolah. Pihak sekolah tidak ingin mengambil risiko dengan tetap memanfaatkan ruang di area terdampak kerusakan bangunan.
Meski daya tampung SMAN 1 Lingsar berkurang, Agung optimistis seluruh kuota yang tersedia tetap terpenuhi. Selama ini, minat masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke SMAN 1 Lingsar tergolong tinggi, terutama dari wilayah Kecamatan Lingsar.
Menurut Agung, sebagian besar calon peserta didik yang mengikuti SPMB berasal dari lulusan SMP di Kecamatan Lingsar. Pendaftar dari luar kecamatan relatif sedikit, sehingga SMAN 1 Lingsar menjadi pilihan utama masyarakat setempat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
Baca Juga: Pendidikan Anak Pesisir NTB Masih Tertinggal, 73 Ribu Anak Tak Sekolah
“Siswa yang mendaftar didominasi lulusan SMP dari Kecamatan Lingsar. Jarang ada calon siswa yang berasal dari luar Kecamatan Lingsar,” katanya.
Agung berharap kerusakan bangunan yang menyebabkan berkurangnya daya tampung SMAN 1 Lingsar segera mendapat perhatian dari pemerintah dan instansi terkait. Dengan perbaikan fasilitas yang rusak, ruang belajar yang terdampak diharapkan dapat kembali digunakan. Kapasitas penerimaan siswa baru pada tahun mendatang juga bisa kembali normal.
Editor : Akbar Sirinawa