Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Unram Luncurkan Portable Biodigester, Ubah Sampah Organik Jadi Energi Terbarukan

Jay • Jumat, 12 Juni 2026 | 09:13 WIB
INOVASI: Rektor Unram Prof Sukardi meluncurkan Portable Biodigester di kawasan Food Court Unram, Selasa (9/6).
INOVASI: Rektor Unram Prof Sukardi meluncurkan Portable Biodigester di kawasan Food Court Unram, Selasa (9/6).

 

LombokPost- Universitas Mataram (Unram) resmi meluncurkan Portable Biodigester di kawasan Food Court Unram, Selasa (9/6). Inovasi ini menjadi langkah nyata mewujudkan kampus berkelanjutan. Sampah organik diolah menjadi energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Mataram, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB, dan Yayasan Rumah Energi. Kehadiran Portable Biodigester Unram menjadi bukti hasil riset perguruan tinggi dapat diterapkan langsung untuk menjawab persoalan lingkungan dan kebutuhan energi masyarakat.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram Dr Andi Chairil Ichsan mengatakan, peluncuran teknologi ini menjadi langkah awal yang membuka peluang lebih luas bagi pengembangan energi hijau di NTB.

Baca Juga: Mahasiswa FK Unizar Raih Dua Bronze Medal Lewat Inovasi Kesehatan dan Mitigasi Bencana

“Inisiatif ini menunjukkan bagaimana riset, inovasi, dan kolaborasi dapat menghasilkan solusi yang bermanfaat. Kami mengapresiasi dukungan Brida NTB dan Yayasan Rumah Energi dalam pengembangan energi terbarukan di Unram,” ujarnya.

Rektor Unram Prof Sukardi menegaskan, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan kampus. Pengelolaan sampah juga menjadi bagian dari transformasi menuju kampus berkelanjutan yang bertanggung jawab terhadap isu lingkungan.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, pengembangan Portable Biodigester Unram menjadi salah satu bentuk implementasi konsep kampus berdampak yang terus didorong.

Baca Juga: KPK Awasi SPMB Kota Mataram 2026, Jual Beli Kursi dan Pungli Jadi Perhatian

“Kampus tidak hanya berbicara tentang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kita juga harus peka terhadap isu keberlanjutan. Inilah semangat kampus berdampak yang terus kita bangun,” katanya.

Prof Sukardi menjelaskan, pengelolaan sampah melalui Portable Biodigester Unram akan berjalan secara bertahap dan terintegrasi. Pada tahap awal, teknologi ini difokuskan untuk mengolah sampah organik dari kawasan Food Court Unram.

Apabila hasil evaluasi selama satu bulan menunjukkan kinerja optimal, implementasi biodigester akan diperluas ke seluruh kantin di lingkungan kampus. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus mendukung ketersediaan energi terbarukan di Unram.

Baca Juga: SPMB SMPN 1 Mataram 2026 Siapkan 11 Rombel, Kapasitas 45 Siswa per Kelas

Sementara itu, Kepala Brida NTB I Gede Putu Aryadi menilai inovasi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas. Menurutnya, hilirisasi hasil riset harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Hilirisasi tidak boleh berhenti pada tahap prototipe. Biodigester memiliki peluang besar diterapkan di desa-desa sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus energi. Ini menjadi bentuk nyata dampak kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Direktur Yayasan Rumah Energi Dr Apip Amrullah menjelaskan, teknologi yang digunakan merupakan smart biodigester. Teknologi ini mengintegrasikan pengolahan limbah organik dengan Internet of Things (IoT) dan panel surya.

Baca Juga: Kuota Jalur Domisili SMAN 3 Mataram Bertambah, Afirmasi dan Mutasi Tak Penuhi Target

“Teknologi ini dirancang agar semakin efisien dan berkelanjutan. Ke depan, sistem akan terus dikembangkan sehingga mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri dan mendukung konsep energi hijau secara optimal,” jelasnya.

Kehadiran Portable Biodigester Unram menjadi bukti persoalan sampah dapat diubah menjadi peluang inovasi yang bermanfaat. Melalui teknologi ini, sampah organik tidak lagi dipandang sebagai limbah semata. Sampah organik menjadi sumber energi yang mendukung terwujudnya kampus berkelanjutan.

Sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada sektor energi bersih dan terjangkau, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta aksi iklim, Portable Biodigester Unram diharapkan menjadi model pengelolaan sampah dan energi yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Dengan demikian, peran Unram sebagai pusat riset dan penggerak pembangunan berkelanjutan semakin kuat di masa depan.

Editor : Akbar Sirinawa
#Portable Biodigester Unram #Kampus berkelanjutan #Unram #energi terbarukan #sampah organik