LombokPost- Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menjadi tantangan bagi SMPN 16 Mataram.
Dalam setiap pelaksanaan, sekolah ini masih kesulitan memenuhi kuota siswa akibat persaingan ketat dengan sejumlah sekolah favorit di sekitarnya.
Kepala SMPN 16 Mataram Burhanuddin mengakui, kuota siswa yang tersedia hampir tidak pernah terpenuhi secara maksimal dari tahun ke tahun.
Meski demikian, sekolah terus berupaya meningkatkan jumlah pendaftar melalui berbagai strategi dan pembenahan layanan pendidikan.
“Selama ini kuota siswa memang belum pernah terisi penuh. Namun kami terus berikhtiar agar jumlah peserta didik baru bisa meningkat setiap tahun," ujarnya.
Baca Juga: Mahasiswa FK Unizar Raih Dua Bronze Medal Lewat Inovasi Kesehatan dan Mitigasi Bencana
Menurut Burhanuddin, tantangan terbesar dalam pelaksanaan SPMB adalah posisi sekolah yang berada di antara sejumlah sekolah negeri favorit dengan reputasi kuat di masyarakat.
Faktor itu membuat banyak orang tua lebih memilih sekolah yang dinilai memiliki rekam jejak prestasi lebih panjang.
Di wilayah barat, SMPN 16 Mataram harus bersaing dengan SMPN 4 Mataram dan SMPN 23 Mataram.
Dua sekolah itu selama ini dikenal memiliki prestasi akademik maupun nonakademik cukup menonjol.
Sementara di wilayah timur, keberadaan SMPN 12 Mataram turut menambah ketat persaingan dalam menjaring calon siswa baru.
Burhanuddin menilai, sekolah-sekolah itu memiliki manajemen yang baik serta didukung kepemimpinan yang kuat.
Kondisi itu membuat sekolah-sekolah itu menjadi magnet bagi masyarakat.
Akibatnya, persaingan mendapatkan peserta didik baru dalam SPMB semakin kompetitif bagi SMPN 16 Mataram.
"Kami memang berada di tengah-tengah sekolah yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat. Ini menjadi tantangan yang cukup berat dalam setiap pelaksanaan SPMB," katanya.
Meski menghadapi tantangan SPMB yang tidak ringan, Burhanuddin berkomitmen melakukan berbagai perbaikan.
Sekolah terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat program, serta memperkenalkan potensi dan keunggulan sekolah agar mampu menarik lebih banyak calon siswa.
Menurut Burhanuddin, pemerataan minat masyarakat terhadap sekolah negeri perlu menjadi perhatian bersama.
Selama label sekolah unggulan masih terpusat pada beberapa sekolah tertentu, sekolah lain akan terus menghadapi kesulitan memenuhi kuota siswa yang telah ditetapkan.
“Karena itu, kami berharap pelaksanaan SPMB ke depan dapat berjalan lebih berimbang,” harapnya.
Dengan pemerataan pilihan sekolah dan peningkatan kepercayaan masyarakat, Burhanuddin optimistis SMPN 16 Mataram mampu meningkatkan jumlah peserta didik baru.
Sekolah juga berharap dapat memenuhi kuota siswa yang selama ini menjadi tantangan utama dalam setiap pelaksanaan SPMB.
Editor : Kimda Farida