LombokPost- SMPN 22 Mataram menyiapkan strategi khusus menghadapi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Melalui program seragam gratis, sekolah berupaya meningkatkan jumlah pendaftar sekaligus mempercepat pemulihan jumlah siswa yang menurun dalam dua tahun terakhir.
Program seragam gratis menjadi daya tarik utama yang terus disosialisasikan kepada masyarakat menjelang pelaksanaan SPMB.
Kepala SMPN 22 Mataram Nasrullah mengatakan, sekolah telah melakukan sosialisasi intensif ke sejumlah wilayah penyangga. Seperti Gontoran, Bertais, hingga Gerimak.
Baca Juga: SPMB 2026, SMPN 16 Mataram Masih Sulit Penuhi Kuota Siswa Baru
Dalam kegiatan itu, sekolah memperkenalkan berbagai program unggulan.
Termasuk pemberian seragam gratis bagi seluruh siswa baru yang diterima melalui SPMB 2026.
"Semua siswa baru akan mendapatkan satu setel seragam putih biru tanpa membedakan latar belakang ekonomi," ujarnya.
Tidak hanya melakukan sosialisasi, SMPN 22 Mataram juga menggandeng para kepala lingkungan (kaling).
Mereka membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Baca Juga: SPMB Kota Mataram 2026 Diperketat, Kuota Jalur Domisili SMP Negeri Capai 50 Persen
Strategi jemput bola itu mulai menunjukkan hasil positif.
Meski tahapan pendaftaran resmi belum dibuka, sekolah telah menerima layanan penitipan berkas dari masyarakat yang berminat.
Hingga saat ini, sebanyak 26 calon siswa baru telah menitipkan berkas sebagai bentuk keseriusan mendaftar di SMPN 22 Mataram.
Jumlah itu sudah melampaui capaian dua tahun lalu yang hanya memperoleh 25 siswa baru.
Sementara pada tahun ajaran sebelumnya, sekolah berhasil menerima 35 siswa.
Tren peningkatan ini menjadi modal penting bagi sekolah untuk mencapai target penerimaan tahun ini.
Pada SPMB tahun ini, kata Nasrullah, SMPN 22 Mataram menargetkan sedikitnya 60 siswa baru atau setara dua rombongan belajar (rombel).
Sementara kuota yang diberikan mencapai 96 siswa untuk tiga rombel.
Baca Juga: Pemprov NTB Kebut Raperda Sumbangan Pendidikan, Dijamin Tak Bebani Orang Tua
Selain mengandalkan program seragam gratis, Nasrullah juga menjalin komunikasi dengan sejumlah sekolah penyangga. Seperti SMPN 12 Mataram dan SMPN 14 Mataram.
Langkah itu untuk mengakomodasi calon siswa yang tidak tertampung di sekolah lain agar dapat melanjutkan pendidikan di SMPN 22 Mataram.
"Fokus utama kami memang seragam gratis. Ini bagian dari upaya recovery jumlah siswa sekaligus memberikan kemudahan kepada orang tua. Alhamdulillah respons masyarakat mulai meningkat setelah kami melakukan sosialisasi secara masif," katanya.
Editor : Kimda Farida