LombokPost- Universitas Mataram (Unram) menjadi pusat pembahasan inovasi ekonomi biru berkelanjutan melalui kegiatan Connect #12 di Ruang Sidang Senat Unram. Forum internasional ini mengangkat tema “Advancing Sustainable Blue Economy Innovation for Resilient and Inclusive Growth” untuk mendorong penguatan ekonomi biru yang tangguh, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat.
Connect #12 mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan mitra internasional. Mereka bertukar gagasan mengenai pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan. Forum ini juga memperkuat kolaborasi Indonesia dan Australia dalam mengembangkan inovasi ekonomi biru sebagai salah satu pilar pembangunan masa depan.
Team Leader Connect Jana C Hertz mengatakan, Indonesia dan Australia memiliki kepentingan yang sama dalam mendorong pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan. Menurutnya, kemitraan kedua negara tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mendorong implementasi nyata melalui kebijakan, inovasi, dan solusi yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Baca Juga: Mulai Tahun Ajaran Baru, Nama Sekolah di Kota Mataram Resmi Berubah
“Melalui koneksi ini, Indonesia dan Australia mendukung kemitraan yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membantu menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi kebijakan, inovasi, dan solusi yang memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Raden Arthur Ario Lelono menjelaskan, penguatan ekonomi biru berkelanjutan juga dilakukan melalui hilirisasi inovasi dan teknologi. Salah satu fokus yang tengah dikembangkan adalah pemanfaatan rumput laut sebagai sumber daya strategis yang berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Menurutnya, pengembangan sektor rumput laut tidak hanya mendukung ketahanan ekonomi nasional, tetapi juga membuka peluang terciptanya ekosistem industri berkelanjutan berbasis sumber daya kelautan.
Baca Juga: SMPN 23 Mataram Sukses Terapkan Ujian Berbasis IT, Hemat ATK dan Percepat Evaluasi
Rektor Unram Prof Sukardi menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan peserta yang terlibat dalam Connect #12. Ia menegaskan, kemitraan Indonesia dan Australia selama ini tidak hanya berkembang dalam bidang pendidikan dan riset, tetapi juga konsisten mendorong agenda pembangunan berkelanjutan.
“Kami sangat bersyukur bahwa kemitraan dengan Australia tidak hanya bidang riset dan pendidikan, namun secara konsisten berbicara tentang pengelolaan berkelanjutan. Kita memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan solusi untuk tatanan global di masa mendatang,” katanya.
Forum Connect #12 juga menghadirkan berbagai narasumber dan panelis dari institusi nasional maupun internasional. Mereka memiliki keahlian di bidang ekonomi biru, riset kelautan, inovasi teknologi, serta pembangunan berkelanjutan. Beragam perspektif yang disampaikan menjadi bekal penting dalam merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan sektor kelautan di masa depan.
Editor : Redaksi Lombok Post