LombokPost - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB menyiapkan strategi baru untuk mempercepat transformasi mutu SMA dan SMK negeri. Melalui program golden ticket management, pemerintah akan menempatkan kepala sekolah (kasek) berprestasi untuk memimpin sekolah yang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari minimnya jumlah peserta didik hingga penurunan kualitas layanan pendidikan.
Kepala Dinas Dikpora NTB Syamsul Hadi menjelaskan, faktor paling menentukan dalam meningkatkan kualitas sekolah bukan hanya sarana dan prasarana. Tetapi juga kepemimpinan kepala sekolah yang memiliki kemampuan manajerial kuat.
Menurutnya, kepala sekolah yang terbukti sukses membangun sekolah akan diberi kesempatan memimpin sekolah yang membutuhkan percepatan perubahan. Penugasan ini bukan bentuk hukuman ataupun mutasi biasa. Tetapi penghargaan atas rekam jejak yang telah dibuktikan.
Baca Juga: MPLS SD-SMP di Kota Mataram Diawasi Guru, Disdik Pastikan Bullying dan Kekerasan Dicegah
"Ini bukan hukuman, tetapi justru menjadi karpet merah bagi mereka. Kami memberikan Golden Ticket Management kepada kepala sekolah yang mampu melakukan manajerial dan leadership yang kuat di sekolah tujuan," ujar Syamsul.
Program golden ticket management juga diperkuat dengan skema pendampingan bernama Si Tampan (Silver Tiket Asisten Mutu Pendidikan). Dalam pelaksanaannya, setiap kasek penerima golden ticket akan didampingi dua guru berprestasi yang memiliki pengalaman meningkatkan mutu pendidikan di sekolah asalnya.
Kehadiran tim pendamping diharapkan mampu mempercepat proses transformasi mutu sekolah. Baik dari sisi pembelajaran, tata kelola, budaya sekolah, hingga peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah yang dipimpin.
Baca Juga: Lolos OSN 2026 Tingkat NTB, Siswa MAN 2 Mataram Siap Harumkan Nama Madrasah di Bidang Ekonomi
Syamsul menegaskan, proses seleksi penerima golden ticket management tidak dilakukan hanya berdasarkan dokumen administratif ataupun deretan penghargaan. Tim Dikpora NTB akan melakukan verifikasi langsung ke sekolah asal untuk memastikan perubahan yang pernah dilakukan benar-benar nyata.
"Tidak cukup hanya dengan piagam penghargaan. Kita harus memastikan secara aktual bahwa mereka memang berhasil melakukan transformasi mutu sekolah," tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, kepala sekolah penerima golden ticket management beserta tim Si Tampan akan memperoleh tambahan insentif. Mereka juga mendapat dukungan penuh dari sisi manajemen agar proses pembenahan sekolah berjalan lebih optimal.
Syamsul berharap kebijakan ini mampu menghapus stigma bahwa penugasan di sekolah dengan berbagai persoalan merupakan bentuk pembuangan. Sebaliknya, penempatan itu menjadi bentuk kepercayaan kepada kasek berprestasi untuk menghadirkan perubahan yang berdampak nyata.
Program golden ticket management dijadwalkan mulai diterapkan pada tahun ajaran ini. Melalui strategi ini, transformasi mutu SMA dan SMK negeri di NTB diharapkan berlangsung lebih cepat. Sekolah yang selama ini sepi peminat diharapkan mampu bangkit, meningkatkan kualitas layanan, dan kembali menjadi pilihan masyarakat.
Editor : Marthadi