LombokPost- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 4 Mataram tahun ajaran 2026/2027 tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah. Sebanyak 324 siswa baru dalam sembilan rombongan belajar (rombel) juga mendapat edukasi bahaya narkoba.
Program MPLS melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian sebagai pemateri. Edukasi itu menjadi langkah awal membangun karakter dan memperkuat benteng diri siswa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan MPLS dimulai Senin (13/7). Pencegahan narkoba menjadi salah satu materi utama. Sekolah menilai pembekalan sejak hari pertama penting untuk membangun kesadaran siswa terhadap berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Kepala SMAN 4 Mataram Jauhari Khalid mengatakan, penyalahgunaan narkoba menjadi persoalan serius. Pencegahannya membutuhkan edukasi berkelanjutan. Karena itu, sekolah menggandeng BNN dan kepolisian agar siswa mendapat pemahaman langsung dari pihak yang berkompeten.
“Kami ingin memberikan modal bagi anak-anak agar mampu membentengi diri dari bahaya narkoba. Kami berharap BNN memberikan materi yang benar-benar menjadi benteng kuat bagi siswa kami,” ujar Jauhari, Sabtu (11/7).
Selain materi bahaya narkoba, sekolah memperkuat edukasi disiplin dan pola hidup sehat. Menurut Jauhari, pencegahan harus dimulai sejak siswa pertama kali menginjakkan kaki di lingkungan sekolah. Upaya itu tidak cukup dilakukan setelah masalah muncul.
Baca Juga: MPLS SD-SMP di Kota Mataram Diawasi Guru, Disdik Pastikan Bullying dan Kekerasan Dicegah
Ia menjelaskan, hasil tes urine berkala terhadap warga sekolah masih negatif. Sekolah juga belum menemukan kasus penyalahgunaan narkoba. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena peredaran narkoba semakin mengkhawatirkan.
Sekolah juga menaruh perhatian pada perilaku merokok di kalangan siswa. Kebiasaan itu dinilai dapat menjadi pintu masuk menuju penyalahgunaan zat adiktif yang lebih berbahaya apabila tidak dicegah sejak dini.
“Melalui momentum MPLS, kami berkomitmen terus menekan pelanggaran merokok sebagai bagian dari strategi besar pencegahan narkoba di lingkungan sekolah,” tegas Jauhari.
Baca Juga: Disdik Mataram Usulkan TKA Jadi Syarat Utama SPMB SMP, Jalur Domisili Dievaluasi
Ia berharap seluruh peserta MPLS memahami risiko penyalahgunaan narkoba. Siswa juga diharapkan berani menolak segala ajakan yang mengarah pada penggunaan zat adiktif.
Edukasi sejak awal diyakini menjadi bekal penting bagi siswa. Terutama untuk menjaga kesehatan, prestasi, dan masa depan mereka.
Jauhari menegaskan, pencegahan narkoba bukan sekadar materi MPLS. Upaya itu menjadi komitmen jangka panjang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas narkoba bagi seluruh peserta didik.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post