LombokPost- Kolaborasi orang tua dan sekolah menjadi perhatian utama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Selama lima hari pelaksanaan MPLS, siswa kelas tinggi belajar di rumah.
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf mengatakan, orang tua memiliki peran strategis dalam mendampingi anak mengikuti seluruh aktivitas dari sekolah. Pendampingan diperlukan agar siswa tetap disiplin, memahami materi, dan menyelesaikan tugas dari guru selama MPLS.
"Kita harap peran orang tua di sini adalah bagaimana mendampingi anak-anaknya untuk belajar di rumah," ujarnya, Selasa (14/7).
Baca Juga: SMPN 10 Mataram Gelar Akad Penyerahan Siswa, Awali MPLS dengan Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah
Menurut Yusuf, setiap siswa wajib menyusun laporan tertulis. Laporan itu menjadi bentuk pertanggungjawaban atas seluruh aktivitas belajar selama di rumah.
Laporan juga menjadi bukti keikutsertaan siswa dan bahan evaluasi sekolah. Karena itu, orang tua tidak hanya mengawasi anak. Mereka juga harus memastikan anak memahami jadwal kegiatan, mengerjakan tugas, dan menyelesaikan laporan sesuai arahan guru.
Yusuf menjelaskan, setiap sekolah memiliki metode dan bentuk penugasan berbeda. Sekolah menyesuaikannya dengan kebijakan masing-masing. Kondisi itu membuat kolaborasi orang tua dan sekolah semakin penting. Siswa tetap membutuhkan pendampingan optimal meski belajar dari rumah.
Baca Juga: MPLS tanpa Bullying Jadi Komitmen Mataram, Mohan Roliskana Ajak Ayah Antar Anak Sekolah
Selama lima hari pelaksanaan MPLS, sekolah juga memantau aktivitas siswa. Hasil pemantauan menjadi dasar evaluasi efektivitas pembelajaran dan tingkat partisipasi siswa dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Menurut Yusuf, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Peran itu tidak bisa dipisahkan dari peran sekolah. Dengan pendampingan yang baik, siswa diharapkan mampu membangun kedisiplinan dan tanggung jawab. Mereka juga diharapkan membangun kebiasaan belajar mandiri sejak awal tahun ajaran.
"Jadi di sini kolaborasi orang tua dan sekolah atau warga sekolah itu sangat dibutuhkan," tegasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post