LombokPost- Transisi Penddikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) menyenangkan menjadi fokus utama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Mataram.
Pemerintah Kota Mataram melalui Bunda PAUD memastikan transisi PAUD ke SD menyenangkan tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun kesiapan mental, emosional, dan karakter anak sebelum memasuki proses belajar di jenjang sekolah dasar.
Bunda PAUD Kota Mataram Hj Kinnastri Mohan Roliskana turun langsung memantau pelaksanaan MPLS hari kedua di SDN 1 Ampenan, Selasa (14/7).
Menurutnya, masa transisi merupakan fase penting yang harus dilalui anak dengan suasana yang nyaman agar mereka tidak merasa takut ataupun tertekan ketika memasuki lingkungan belajar yang baru.
"Kita memantau bagaimana proses transisi ini berjalan supaya anak-anak siap dari proses belajar mengajar versi SD-nya," ujar Bunda Kikin, sapaan karibnya.
Ia menjelaskan, pendekatan yang diterapkan selama MPLS lebih menekankan adaptasi secara bertahap.
Anak-anak dikenalkan pada lingkungan sekolah melalui komunikasi yang hangat dan menyenangkan, termasuk memahami perbedaan fasilitas antara PAUD dan SD tanpa membuat mereka merasa kehilangan suasana bermain yang selama ini mereka nikmati.
Salah satu contoh sederhana adalah memberikan penjelasan bahwa di sekolah dasar tidak lagi tersedia wahana bermain seperti perosotan. Penjelasan dilakukan secara perlahan agar anak mampu menerima perubahan tersebut dengan nyaman.
Dalam mendukung transisi PAUD ke SD menyenangkan, permainan tradisional juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran karakter.
Bersama komunitas yang terlibat, anak-anak diajak bermain sambil belajar menghargai teman, disiplin mengantre, bekerja sama, hingga mengendalikan diri saat berinteraksi dengan teman sebaya.
Baca Juga: MPLS SMAN 4 Mataram Libatkan BNN, 324 Siswa Baru Dibekali Edukasi Bahaya Narkoba
Menurut Bunda Kikin, pembiasaan sederhana tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun karakter positif sekaligus mencegah munculnya perilaku perundungan sejak dini.
"Ketika anak menghargai teman, Insyaallah dia tidak akan membully temannya. Kita mulai dari yang sederhana dulu agar transisi PAUD ke SD menyenangkan ini membuat anak tidak takut melangkah ke jenjang lebih tinggi," katanya.
Selain pembentukan karakter, penguatan rasa percaya diri juga menjadi perhatian selama MPLS.
Anak-anak didorong berani menjawab pertanyaan, tampil di depan kelas, serta terbiasa mendengarkan instruksi guru melalui berbagai aktivitas yang dikemas secara menyenangkan.
Baca Juga: Job Fair ICCN NTB Diserbu 1.197 Pencari Kerja, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan di UIN Mataram
Kemampuan tersebut dinilai akan membantu siswa mengikuti proses pembelajaran di SD dengan lebih mudah.
Anak yang memiliki rasa percaya diri cenderung lebih cepat beradaptasi, mampu bersosialisasi, dan tidak merasa canggung ketika berada di lingkungan sekolah yang baru.
Bunda Kikin menegaskan, keberhasilan transisi PAUD ke SD menyenangkan bukan hanya diukur dari kemampuan akademik anak, melainkan juga kesiapan mental, kedisiplinan, kemampuan menghargai teman, dan keberanian untuk belajar bersama.
"Anak-anak yang percaya diri, bisa menghargai teman, dan mendengarkan instruksi guru akan lebih mudah mengikuti proses belajar mengajar di SD," pungkasnya.
Baca Juga: Unram Luncurkan Book Store Digital, Mahasiswa Kini Bisa Akses Buku Lewat Google Play Books
Melalui pendekatan tersebut, Bunda Kikin berharap transisi PAUD ke SD menyenangkan benar-benar menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi yang percaya diri, berkarakter, serta siap mengikuti pendidikan dasar dengan rasa aman, nyaman, dan bahagia.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post