LombokPost- Prestasi membanggakan ditorehkan dunia pendidikan vokasi di NTB. Mobil listrik SMKN 1 Lingsar berhasil mencatat sejarah sebagai satu-satunya wakil sekolah menengah kejuruan (SMK) dari Indonesia yang tampil pada ajang Shell Eco-marathon 2024 di Sirkuit Mandalika. Keberhasilan mobil listrik tersebut menjadi bukti bahwa inovasi karya siswa daerah mampu bersaing di panggung internasional.
Kendaraan ramah lingkungan itu dirancang oleh tim SMKN 1 Lingsar untuk mengikuti kategori kendaraan hemat energi dan efisiensi baterai. Proyek tersebut sekaligus menjadi implementasi pembelajaran berbasis energi terbarukan yang selama ini dikembangkan di sekolah vokasi tersebut.
Guru Teknik Energi Surya, Hidro, dan Angin SMKN 1 Lingsar Angga Eva Hari Saputra mengatakan, pengembangan mobil listrik SMKN 1 Lingsar mendapat dukungan penuh melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank NTB. Kolaborasi tersebut memungkinkan tim menyelesaikan proses perancangan hingga kendaraan siap berlaga di lintasan internasional.
Baca Juga: Riset Gaharu Unram 30 Tahun, Dari Senaru Lahir Model Konservasi Hutan Berkelas Dunia
"Kita satu-satunya SMK yang mewakili Indonesia waktu itu untuk mengikuti Shell Eco-marathon 2024. Fokus kami adalah pada kategori hemat energi dan hemat baterai," ujarnya.
Dalam pengujian di Sirkuit Mandalika, mobil listrik SMKN 1 Lingsar mampu menunjukkan performa yang stabil.
Kendaraan tersebut memiliki kecepatan maksimum sekitar 30 kilometer per jam, namun tetap mampu menyelesaikan dua putaran lintasan dengan konsumsi energi yang sangat efisien sesuai karakter kompetisi Shell Eco-marathon.
Menurut Angga, seluruh sistem penggerak hingga konfigurasi baterai dirancang untuk menghasilkan efisiensi energi semaksimal mungkin tanpa mengurangi performa kendaraan. Pendekatan tersebut menjadi aspek utama dalam penilaian kompetisi kendaraan hemat energi tingkat internasional.
Baca Juga: SMPN 10 Mataram Gelar Akad Penyerahan Siswa, Awali MPLS dengan Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah
Keikutsertaan mobil listrik SMKN 1 Lingsar pada Shell Eco-marathon 2024 menjadi bukti bahwa kurikulum berbasis energi terbarukan di SMK mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan perkembangan industri kendaraan listrik. Tidak hanya menghasilkan karya, siswa juga memperoleh pengalaman merancang, menguji, hingga mengoperasikan kendaraan sesuai standar kompetisi dunia.
Kini, kendaraan yang pernah mengaspal di Sirkuit Mandalika itu kembali dipamerkan dalam kegiatan Gelar Karya SMK-SLB sekaligus peluncuran program SMK Mendunia di SMKN 5 Mataram, Rabu (15/7). Kehadirannya menjadi daya tarik sekaligus sumber inspirasi bagi siswa SMK lain untuk terus mengembangkan inovasi teknologi.
Baca Juga: Budi Daya Cabai Masuk MPLS, Gubernur NTB Siapkan Generasi Wirausaha Muda dari Sekolah
"Kehadiran mobil listrik SMK ini diharapkan memicu semangat inovasi lebih lanjut dalam ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," katanya.
Pencapaian mobil listrik SMKN 1 Lingsar juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha.
Dukungan Bank NTB melalui program CSR dinilai berperan besar dalam menghadirkan inovasi yang mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus memperkuat kualitas pendidikan vokasi di NTB.
Keberhasilan mobil listrik SMKN 1 Lingsar di Shell Eco-marathon 2024 menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi di bidang teknologi hijau. Dengan kemampuan yang telah dibuktikan di Sirkuit Mandalika, siswa diyakini memiliki peluang besar menjadi bagian dari pengembangan industri kendaraan listrik Indonesia pada masa depan.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post