LombokPost- Inovasi pendidikan kembali lahir dari Kota Mataram. Guru SDN 47 Ampenan Winda Despita Dewi mengembangkan Jejak Karyaku, galeri digital karya siswa berbasis situs web.
Jejak Karyaku dirancang sebagai media dokumentasi, apresiasi, dan portofolio pembelajaran. Galeri digital itu menjadi solusi untuk menyimpan karya siswa secara aman dan dapat diakses kapan saja. Inovasi ini mulai dikembangkan dan diterapkan sejak 23 Februari 2025.
Proses dokumentasi karya siswa tidak lagi bergantung pada penyimpanan fisik yang berisiko rusak atau hilang. Seluruh karya siswa dapat tersimpan secara sistematis sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Baca Juga: Matamuda MAN 2 Perkuat Madrasah Ramah Anak dan Anti Bullying
Inovasi itu menjawab persoalan yang kerap terjadi di sekolah. Karya siswa biasanya hanya dipajang sementara sebelum rusak, hilang, atau tidak lagi terdokumentasi.
Winda menjelaskan, penggunaan Jejak Karyaku dimulai setelah siswa menyelesaikan tugas atau menghasilkan karya dalam kegiatan pembelajaran. Guru kemudian menyeleksi dan mendokumentasikan karya dalam bentuk foto maupun berkas digital.
Selanjutnya, karya diunggah ke Jejak Karyaku lengkap dengan identitas siswa dan kelas. Orang tua dapat mengakses platform itu secara daring untuk melihat perkembangan hasil belajar anak.
Baca Juga: Siap Hadapi Akreditasi 2030, Unram Matangkan Strategi Lewat Sosialisasi SAPTO 2.0 BAN-PT
Guru juga dapat memberikan umpan balik dan apresiasi. Karya itu sekaligus menjadi portofolio digital yang tersimpan secara berkelanjutan.
"Aplikasi ini dirancang untuk mendokumentasikan hasil karya siswa secara aman dan berkelanjutan, mengurangi kerusakan atau kehilangan karya siswa, serta meningkatkan motivasi dan rasa bangga siswa terhadap hasil karyanya sendiri," ujar Winda.
Menurutnya, Jejak Karyaku tidak hanya memudahkan penyimpanan hasil belajar. Platform itu juga membantu guru menyusun portofolio pembelajaran secara lebih rapi dan terdokumentasi.
Baca Juga: Dana BOS Kini Bisa Bayar Honor PPPK di NTB, Berlaku hingga Desember 2026
Di sisi lain, orang tua memperoleh kemudahan untuk memantau perkembangan kreativitas anak melalui satu platform digital.
Inovasi itu menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi digital di dunia pendidikan. Pemanfaatan galeri digital berbasis situs web diharapkan mampu membangun budaya dokumentasi, apresiasi, dan literasi digital sejak sekolah dasar.
Winda berharap, setiap karya siswa tidak lagi sekadar menjadi pajangan sementara di ruang kelas. Karya itu dapat menjadi rekam jejak pembelajaran yang bisa diakses kembali saat dibutuhkan.
Baca Juga: Enam Siswa SMAN 2 Narmada Wakili Lombok Barat di Porprov NTB Cabang Bridge
"Inovasi ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya apresiasi, kreativitas, dan literasi digital di sekolah serta dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain sebagai solusi sederhana namun berdampak dalam pengelolaan portofolio siswa," pungkasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post