LombokPost- Sebanyak 41 jabatan kepala SMA/SMK/SLB Negeri di NTB yang masih kosong dipastikan segera terisi.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pengisian 41 jabatan kepala SMA/SMK/SLB menjadi prioritas Pemprov NTB untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan melalui kepemimpinan sekolah yang lebih kuat.
Sebagai tahap awal, pengisian 41 jabatan kepala SMA/SMK/SLB akan dilakukan melalui program Golden Ticket Management.
Skema tersebut disiapkan untuk menempatkan kepala sekolah (kasek) berprestasi di sekolah-sekolah yang membutuhkan percepatan peningkatan mutu, sehingga kualitas pendidikan di seluruh NTB semakin merata.
"Segera kita isi. Kita isi dulu yang golden ticket, setelah itu kita isi semua," kata Iqbal usai peluncuran program SMK Mendunia di SMKN 5 Mataram, pekan lalu.
Baca Juga: 288 Mahasiswa FKIP UMMAT Ikuti PLP dan KKN Pendidikan di Lombok Tengah
Menurut Iqbal, belum terisinya puluhan jabatan kasek bukan disebabkan minimnya calon.
Proses pengangkatan harus mengikuti mekanisme pemerintah pusat, mulai dari seleksi, administrasi, hingga pendidikan dan pelatihan sebelum guru ditetapkan sebagai kepala sekolah definitif.
Selain itu, proses tersebut juga memerlukan persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Ini kan kita minta izin dulu ke BKN, ke Kemendikdasmen, kemudian baru keluar izinnya dan proses itu bisa kita lakukan. Tapi segera kita lakukan pengisian," jelasnya.
Baca Juga: Transisi PAUD ke SD Jadi Fokus MPLS Mataram, Bunda PAUD Tekankan Anak Belajar dengan Bahagia
Iqbal optimistis seluruh tahapan administrasi dan penempatan 41 jabatan kasek dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
Pemerintah menargetkan seluruh sekolah yang masih dipimpin pelaksana tugas segera memiliki kepala sekolah definitif.
"Bulan ini sudah beres," tegasnya.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB Muhammad Toha menjelaskan, Golden Ticket Management dan Silver Ticket merupakan inovasi yang lahir dari kolaborasi Gubernur NTB bersama jajaran Dinas Pendidikan untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan.
Baca Juga: Mobil Listrik SMKN 1 Lingsar Tembus Shell Eco-Marathon, Jadi Satu-satunya Wakil SMK Indonesia
Program tersebut memberikan penghargaan kepada kepala sekolah yang terbukti sukses meningkatkan kualitas sekolahnya.
Mereka kemudian diberi mandat memimpin sekolah lain yang membutuhkan penguatan tata kelola dan peningkatan prestasi.
"Ini adalah salah satu cara untuk pemerataan kualitas pendidikan. Nantinya, masing-masing kepala sekolah yang mendapatkan Golden Ticket itu bisa membawa dua orang guru terpilih untuk mendampingi dalam memajukan sekolah tujuan," ungkap Toha.
Selain mendapat kepercayaan memimpin sekolah baru, kasek penerima Golden Ticket juga akan memperoleh insentif khusus sebagai bentuk penghargaan atas kinerja mereka.
Baca Juga: Siap Hadapi Akreditasi 2030, Unram Matangkan Strategi Lewat Sosialisasi SAPTO 2.0 BAN-PT
"Ada insentifnya. Ini adalah upaya untuk memberikan reward atas keberhasilan mereka memajukan sekolah. Jadi, ini murni penghargaan, bukan punishment (hukuman)," tegasnya.
Saat ini, program Golden Ticket Management masih dalam tahap penyempurnaan.
Sebanyak tujuh kasek telah dipersiapkan sebagai pilot project karena dinilai memiliki rekam jejak kepemimpinan yang baik dan mampu membawa perubahan signifikan di sekolah yang dipimpin.
Pemerintah juga menyiapkan sistem evaluasi berkala setiap bulan terhadap para penerima Golden Ticket.
Penilaian akan difokuskan pada tata kelola sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, serta capaian kinerja di sekolah tujuan.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post