LombokPost- SMKPPN Mataram kembali memperkuat pendidikan vokasi melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di industri perikanan dan pertanian di Jawa.
Puluhan siswa diberangkatkan mengikuti PKL di sejumlah perusahaan dan pusat riset nasional agar memperoleh pengalaman kerja langsung sekaligus meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kepala SMKPPN Mataram Sugiarta mengatakan, pemberangkatan tahap pertama telah dilakukan ke sejumlah sentra industri strategis di Jawa Timur hingga Bali.
Program PKL SMKPPN Mataram sengaja diarahkan ke kawasan yang memiliki sektor perikanan dan pertanian maju sehingga para siswa dapat mempelajari teknologi, manajemen, dan praktik kerja yang belum tersedia di NTB.
"Industri di Pulau Jawa sangat lengkap. Untuk perikanan air tawar, anak-anak kami kirim ke Tulungagung. Sementara untuk pemuliaan benih, mereka berada di Jember dan peternakan di Kediri," ujar Sugiarta.
Baca Juga: Mesin Pengolah Mengkudu Karya Dosen UMMAT Dipatenkan
Dari total 97 siswa yang mengikuti PKL tahun ini, sekitar 30 persen mendapat kesempatan menjalani PKL di industri perikanan dan pertanian di Jawa.
Pemilihan lokasi dilakukan secara selektif agar peserta memperoleh keahlian khusus yang belum bisa dipelajari di Lombok, terutama di bidang penangkaran benih unggul dan pemuliaan tanaman.
"Kuota tahun ini untuk ke Jawa memang kami patok 30 persen. Kami memilih industri yang betul-betul tidak ada di Lombok agar mereka pulang membawa ilmu baru," kata Sugiarta.
Beberapa lokasi yang menjadi tujuan PKL SMKPPN Mataram antara lain perusahaan benih Citra Asia di Jember, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) di Jember, sentra perikanan air tawar di Tulungagung, serta industri peternakan di Kediri.
Seluruh lokasi dipilih karena dikenal sebagai pusat pengembangan teknologi dan produksi di bidangnya masing-masing.
Baca Juga: Matamuda MAN 2 Perkuat Madrasah Ramah Anak dan Anti Bullying
Selama menjalani PKL, para siswa akan mengikuti masa praktik selama enam bulan dengan sistem rolling setiap tiga bulan.
Pola tersebut diterapkan agar peserta memperoleh pengalaman kerja yang lebih beragam dan memahami proses produksi dari berbagai sektor industri.
Hingga saat ini, SMKPPN Mataram telah menjalin kerja sama dengan sekitar 27 DUDI yang tersebar di Sumbawa, Bali, Jawa Timur, hingga pusat pengembangan perikanan nasional di Tulungagung.
Kemitraan tersebut menjadi bagian dari strategi sekolah dalam meningkatkan kualitas lulusan yang siap memasuki dunia kerja.
Melalui PKL di industri perikanan dan pertanian di Jawa, Sugiarta berharap para siswa kembali dengan kompetensi yang lebih kuat sebagai calon tenaga ahli.
Keahlian sebagai penangkar benih ikan, spesialis pemuliaan tanaman, hingga penghasil bibit unggul diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor agribisnis dan perikanan di NTB sekaligus meningkatkan daya saing lulusan SMKPPN Mataram.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post