LombokPost - SMKN 1 Lingsar menghadirkan inovasi hidroponik tenaga surya. Teknologi ini memungkinkan masyarakat berkebun tanpa bergantung pada listrik PLN.
Hidroponik tenaga surya memanfaatkan energi matahari sebagai sumber daya utama. Teknologi ini lebih hemat biaya, ramah lingkungan, dan dapat dipasang di berbagai lokasi.
Di tengah meningkatnya tren pertanian perkotaan, kebutuhan akan teknologi budidaya yang praktis dan efisien terus berkembang.
Hidroponik tenaga surya menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin membangun sistem pertanian modern dengan biaya operasional lebih rendah tanpa bergantung pada pasokan listrik konvensional.
Baca Juga: Unram Kirim 13 Delegasi ke Peksimida NTB 2026, Bidik Tiket Peksiminas
Guru Teknik Energi Surya, Hidro, dan Angin SMKN 1 Lingsar Angga Eva Hari Saputra menjelaskan, sistem itu bekerja dengan memanfaatkan radiasi matahari yang ditangkap panel surya.
Energi yang dihasilkan kemudian diubah menjadi listrik dan dialirkan menuju Solar Charge Controller (SCC). Perangkat itu mengatur proses pengisian daya sebelum disimpan ke dalam baterai.
Listrik yang tersimpan di baterai menjadi sumber tenaga utama untuk mengoperasikan pompa air pada instalasi hidroponik.
“Hasil penyimpanan listrik dari baterai itulah yang digunakan untuk menggerakkan pompa air,” ujar Angga.
Baca Juga: Andi Emirsyah Wicaksono Lolos OSN Provinsi, Harumkan Nama MAN 2 Mataram
Pompa mengalirkan air menuju bagian atas instalasi tanaman. Air kemudian kembali mengalir melewati akar tanaman dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Sirkulasi nutrisi berlangsung secara terus-menerus tanpa memerlukan listrik dari jaringan PLN.
Menurut Angga, keunggulan utama hidroponik tenaga surya terletak pada desainnya yang fleksibel dan portabel. Sistem ini tidak membutuhkan sambungan kabel listrik permanen sehingga dapat dipasang di berbagai lokasi. Mulai dari pekarangan rumah, lingkungan sekolah, ruang publik, hingga lahan pertanian yang belum terjangkau jaringan listrik.
“Karena tidak bergantung pada kabel listrik konvensional, alat ini bisa dipasang di lokasi mana pun, baik di halaman rumah, area publik, hingga lahan yang jauh dari jangkauan listrik,” katanya.
Baca Juga: SMPN 18 Mataram Disiapkan Jadi Sekolah Unggulan Karakter, Ini Konsepnya
Selain praktis, hidroponik tenaga surya juga mampu menekan biaya operasional karena sepenuhnya memanfaatkan energi terbarukan. Teknologi ini membuka peluang bagi masyarakat untuk memulai usaha pertanian modern maupun memenuhi kebutuhan sayuran keluarga secara mandiri tanpa dibebani biaya listrik.
Pemanfaatan energi matahari pada sistem hidroponik juga mendukung penggunaan energi bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Konsep itu dinilai sejalan dengan upaya menciptakan pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Ke depan, kata Angga, hidroponik tenaga surya yang dikembangkan SMKN 1 Lingsar berpotensi menjadi solusi pertanian masa depan. Terutama bagi wilayah yang belum memiliki akses listrik memadai.
Baca Juga: Dosen UMMAT Perkuat Kompetensi Bahasa Arab di Universitas Umm Al-Qura, Arab Saudi
Inovasi ini membuktikan teknologi sederhana berbasis energi terbarukan mampu menghadirkan sistem pertanian modern yang hemat biaya dan mudah diterapkan. Teknologi itu juga dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post