LombokPost- Teaching Factory SMKN 4 Mataram terus diperkuat sebagai strategi utama mencetak lulusan yang benar-benar siap memasuki dunia kerja. Melalui konsep Teaching Factory SMKN 4 Mataram, berbagai fasilitas sekolah seperti hotel, kantin, butik hingga layanan kecantikan diubah menjadi laboratorium bisnis yang dikelola siswa dengan standar industri.
Model pembelajaran tersebut menjadi bagian dari penguatan program link and match antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, tetapi juga memahami sistem kerja profesional sejak masih duduk di bangku sekolah.
Kepala SMKN 4 Mataram Iwan Supriadi mengatakan seluruh proses pembelajaran di unit usaha sekolah mengadopsi sistem, standar operasional prosedur (SOP), hingga teknologi yang digunakan di industri.
Baca Juga: SMAN 4 Mataram Perkuat Eco Zero dan Bank Sampah, Bangun Sekolah Peduli Lingkungan
"Sistemnya, SOP, dan teknologi yang digunakan di industri itu kami adopsi," ujarnya kepada Lombok Post.
Salah satu implementasi teaching factory terlihat pada kompetensi keahlian perhotelan. Sekolah menjalin kerja sama dengan platform bisnis online global, RedDoorz, sebagai mitra pemasaran hotel pendidikan milik sekolah.
Seluruh operasional hotel, mulai dari pelayanan resepsionis (front office), pelayanan kamar (room service), hingga housekeeping dijalankan langsung oleh siswa dengan standar operasional yang sama seperti industri perhotelan.
Baca Juga: Siswa SMAN 3 Mataram Borong Tiga Medali Perak Porprov NTB 2026 Cabang Akuatik
Tidak hanya sektor perhotelan, jurusan Tata Boga juga mengelola kantin sekolah sebagai unit bisnis nyata. Seluruh produk makanan merupakan hasil karya siswa yang diproses menggunakan bahan baku aman serta memenuhi standar kebersihan dan higienitas industri.
Sementara itu, jurusan Tata Busana mengoperasikan butik sebagai ruang pamer sekaligus tempat pemasaran hasil karya siswa. Adapun jurusan Kecantikan menjalankan barber shop serta layanan perawatan wajah yang juga menerapkan SOP industri.
Di sisi lain, penguatan link and match SMKN 4 Mataram tidak berhenti pada program praktik kerja lapangan (PKL).
Sekolah secara rutin melakukan sinkronisasi kurikulum bersama industri dan asosiasi profesi melalui penerapan Supplementary Curriculum atau kurikulum tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja.
Baca Juga: ESDA & Vescoff Buka Kelas Inklusif untuk Siswa Disabilitas, Siapkan Kesempatan Magang hingga Kerja
“Setiap bulan kami mendatangkan guru tamu dari industri yang relevan untuk mengajar di masing-masing kompetensi keahlian," jelas Iwan.
Melalui program tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar langsung dari para praktisi sehingga kompetensi yang dimiliki selalu mengikuti perkembangan kebutuhan industri.
Untuk memperkuat tata kelola unit usaha, sejak 2023 SMKN 4 Mataram juga mengupayakan status sebagai SMK Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Skema ini memberikan fleksibilitas kepada sekolah dalam mengembangkan unit usaha produktif tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan.
Baca Juga: SMK Mendunia Diperkuat Link and Match DUDI, Produk Siswa Disiapkan Tembus Industri
“Keberadaan SMK BLUD diharapkan mampu mendukung pengembangan teaching factory dan memperluas ruang belajar berbasis produksi dan jasa yang langsung melayani masyarakat sebagai konsumen,” ucapnya.
Menjelang kelulusan lanjut Iwan, seluruh siswa mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 maupun P3 yang diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Ia memastikan 100 persen siswa mengikuti proses sertifikasi kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.
Dengan penguatan teaching factory, dukungan status SMK BLUD, program link and match, serta sertifikasi kompetensi dari LSP dan BNSP pihaknya optimis mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi profesional yang diakui industri dan siap bersaing di dunia kerja.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post