Aksi kepedulian tersebut ditandai dengan pelepasliaran anak penyu (tukik) di Pantai Viral, Lingkungan Bagek Kembar, Kota Mataram, pada Jumat (31/7/2026).
Aksi melepas puluhan tukik ke lautan lepas ini bukan sekadar rutinitas perayaan biasa. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen mendalam STIKES Mataram dalam menjaga kelestarian satwa laut yang terancam punah, sekaligus memperkuat kesehatan ekosistem pesisir.
Prosesi pelepasliaran tukik dilakukan Ketua STIKES Mataram, Prof. Dr. Chairun Nasirin, M.Pd., MARS., dan bersama seluruh jajaran civitas akademika, mahasiswa, serta tokoh masyarakat setempat, yakni Kepala Lingkungan Bagek Kembar.
"Pelepasan tukik ini adalah bagian dari tanggung jawab moral kita bersama. Menjaga penyu dari ancaman kepunahan berarti menjaga keseimbangan dan kesehatan ekosistem laut. Selain itu, kami ingin menjadikan momen ini sebagai wahana edukasi langsung bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar," ujar Eti Ketua Panitia Dies Natalis.
Antusiasme tinggi terlihat dari para mahasiswa yang terlibat. Bagi mereka, menyentuh dan melepas satwa langka tersebut ke habitat aslinya memberikan pengalaman emosional serta pemahaman baru bahwa kesehatan manusia sangat bergantung pada kesehatan lingkungan di sekitarnya (One Health).
Baca Juga: STIKES Mataram Gelar Capping Day, Siap Terjunkan Mahasiswa Praktek Lapangan
Aksi pelepasliaran tukik ini melengkapi rangkaian agenda keberlanjutan lingkungan yang digagas STIKES Mataram. Sepekan sebelumnya, tepatnya pada Jumat (24/7/2026), aksi penghijauan lewat penanaman pohon telah lebih dahulu digelar di lokasi yang sama.
Area Pantai Viral yang berada di Lingkungan Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, menjadi fokus perhatian gerakan sosial ini. Kombinasi penanaman pohon di area pesisir dan pelestarian fauna laut diharapkan mampu mencegah abrasi. Akar-akar pohon yang ditanam akan membantu menahan erosi tanah akibat terpaan gelombang laut.
Dan juga menciptakan ruang hidup yang lebih aman dan asri bagi biota darat maupun pesisir sekaligus menggugah kesadaran masyarakat lokal pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan pantai dari sampah plastik.
Memasuki usia ke-26, STIKES Mataram terus membuktikan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat. Melalui perpaduan kegiatan akademis dan aksi sosial lingkungan, STIKES Mataram menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebatas mencetak tenaga medis profesional, tetapi juga membentuk generasi yang peka terhadap isu-isu ekologi global.
Aksi sosial di Pantai Viral ini diharapkan dapat memantik kesadaran kolektif warga Kota Mataram untuk bersama-sama merawat kawasan pesisir agar tetap lestari demi generasi masa depan.
Editor : Siti Aeny MaryamSumber : Liputan