Tim PKM Unram Salurkan Teknologi Pascapanen Cabai ke Poktan Desa Jurit

Kimda Farida • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:43 WIB
SERAH TERIMA  PROGRAM : Kelompok Tani Lombok Organik, Desa Jurit, Lotim, menerima bantuan PKM Teknologi Pascapanen Cabai dari Tim Dosen Unram.
SERAH TERIMA PROGRAM : Kelompok Tani Lombok Organik, Desa Jurit, Lotim, menerima bantuan PKM Teknologi Pascapanen Cabai dari Tim Dosen Unram.

LombokPost--Kelompok Tani Lombok Organik menerima teknologi dan inovasi untuk mendukung pengolahan pascapanen cabai melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan penyerahan berlangsung di Dusun Sepolong, Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Senin (10/8).

Program tersebut dilaksanakan oleh Universitas Mataram (UNRAM) dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun 2026.

Program diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pengolahan hasil pertanian serta mendorong peningkatan nilai tambah komoditas cabai.

Salah satu teknologi yang diserahkan berupa mesin pemisah biji cabai yang dikembangkan untuk membantu proses pemisahan biji dari bagian daging buah cabai.

Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi proses pascapanen dan mendukung pengolahan hasil pertanian di tingkat kelompok tani.

Selain mesin pemisah biji cabai, kegiatan juga mencakup pengembangan teknologi penepungan cabai serta pengembangan produk olahan berbasis cabai.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung diversifikasi produk dan membuka peluang peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian.

Baca Juga: Kerugian Akibat Kebakaran Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Masih Dihitung

Kegiatan penyerahan dihadiri oleh Kepala Desa Jurit, Chaerul Anwar, S.P., perwakilan Universitas Mataram, tim pelaksana pengabdian, serta Kelompok Tani Lombok Organik sebagai penerima manfaat.

Ketua Tim Pelaksana dari Universitas Mataram, Dr. Diman Ade Mulada, S.H., M.H., mengatakan bahwa teknologi yang diberikan dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengolahan hasil pertanian yang ditemukan di lapangan.

“Teknologi ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh kelompok tani, khususnya untuk mendukung pengolahan hasil cabai dan pengembangan produk pascapanen,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jurit, Chaerul Anwar, S.P., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai penerapan teknologi tepat guna dapat memberikan manfaat bagi kelompok tani dalam mengembangkan pengolahan hasil pertanian di tingkat desa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Teknologi seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok tani, karena dapat membantu proses pengolahan hasil pertanian dan diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah serta perekonomian masyarakat,” ujar Chaerul Anwar.

Ia berharap teknologi yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan oleh kelompok tani sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pengembangan teknologi tersebut juga diarahkan untuk mendukung penguatan usaha kelompok tani melalui pengembangan produk berbasis cabai.

Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mendukung pengolahan cabai menjadi berbagai produk bernilai tambah, termasuk pengembangan Bon Cabe Agra Naya sebagai salah satu produk olahan berbasis cabai.

Program ini tidak hanya berorientasi pada penyerahan peralatan, tetapi juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi oleh kelompok tani dalam kegiatan produksi.

Dengan demikian, teknologi yang diberikan diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha, meningkatkan efisiensi pengolahan, dan memperkuat nilai ekonomi komoditas cabai yang dihasilkan petani.

Baca Juga: Wagub NTB Ingatkan Kwarda Pramuka NTB Jadi Duta Daerah di Jamnas XXI

Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada DPPM atas dukungan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada DPPM atas dukungan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026. Dukungan ini memungkinkan proses pengembangan teknologi dan penerapannya dapat dilakukan bersama masyarakat secara langsung,” ujar tim pelaksana.

Kegiatan penyerahan ini menjadi salah satu tahapan dalam pengembangan pengolahan hasil pertanian berbasis masyarakat di Desa Jurit. Pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelompok tani sekaligus mendorong pengembangan produk pertanian lokal yang memiliki nilai tambah. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Desa Jurit PKM Unram Unram Universitas Mataram Lombok Timur