Siswa SMKPPN Mataram Belajar Urban Farming, Rukola Tembus Rp 50 Ribu per Kilogram

Jay • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:46 WIB
URBAN FARMING: Siswa SMKPPN Mataram memanen rukola pada saat PKL di Jafri Farm, Selasa (11/8).
URBAN FARMING: Siswa SMKPPN Mataram memanen rukola pada saat PKL di Jafri Farm, Selasa (11/8).

 

LombokPost- Urban farming tak lagi sebatas aktivitas bercocok tanam di lahan terbatas. Di tangan siswa SMKPPN Mataram, pertanian perkotaan justru berkembang menjadi praktik agribisnis yang memiliki nilai ekonomi. Melalui program PKL di Japri Farm, siswa belajar mengelola komoditas pertanian sekaligus memahami langsung bagaimana hasil panen dipasarkan.

Kepala SMKPPN Mataram Sugiarta melihat program urban farming itu menjadi ruang belajar yang efektif bagi siswa. Selama enam bulan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), siswa tidak hanya mempelajari teori pertanian. Mereka terjun langsung mengelola kegiatan produksi pertanian di Japri Farm yang berada di Rembiga.

Saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev), Sugiarta mengapresiasi perkembangan kompetensi para siswa. Menurutnya, pengalaman mengelola agribisnis urban farming secara langsung membuat siswa memahami proses pertanian dari hulu hingga hilir.

Baca Juga: Madrasah Mataram Makin Digital, Pengawasan Guru dan Siswa Diperkuat

"Anak-anak kami di sini mengembangkan pertanian urban farming, khususnya sayur-sayuran bernilai ekonomis tinggi," ujar Sugiarta saat meninjau aktivitas siswa di Japri Farm, Selasa (11/8).

Para siswa SMKPPN Mataram tidak bekerja sendiri. Mereka berkolaborasi dengan siswa dari sekolah lain sehingga tercipta lingkungan belajar yang kompetitif sekaligus saling mendukung.

Salah satu komoditas yang menjadi andalan adalah rukola. Sayuran premium itu memiliki pasar tersendiri karena permintaannya datang dari jaringan hotel berbintang. Kondisi itu membuat siswa tidak hanya belajar cara menanam, tetapi juga memahami standar kualitas yang dibutuhkan pasar profesional.

Baca Juga: HP Siswa di Sekolah Mataram Mulai Dibatasi, Aturan Baru Perkuat Kebijakan Daerah

"Satu kilogram rukola segar yang dikirim ke hotel bisa menembus harga Rp 50 ribu," kata Sugiarta.

Bagi siswa SMKPPN Mataram, pola itu menjadi pengalaman berharga karena mereka dapat melihat langsung bagaimana komoditas pertanian memiliki nilai ekonomi setelah masuk ke pasar.

“Pembelajaran urban farming di Japri Farm juga mencakup seluruh rantai agribisnis. Siswa dilatih mulai dari persiapan lahan, pengolahan tanah, pembuatan bedengan, pemupukan, pengapuran, hingga perawatan tanaman,” terangnya.

Baca Juga: Modal HP, Siswi SMAN 1 Labuapi Juara Poster Lombok Barat

Tak berhenti pada teknik budi daya, siswa juga diperkenalkan dengan teknologi pertanian modern. Salah satunya sistem irigasi tetes yang digunakan untuk mendukung efisiensi pengairan. Setelah tanaman siap panen, siswa terlibat dalam proses pemanenan sesuai standar konsumen, analisis pasar, hingga pemasaran.

"Harapan kami ke depan, setelah lulus dari sini, anak-anak betul-betul menguasai seluk beluk agribisnis tanaman sayuran di perkotaan secara mandiri," harapnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
PKL SMKPPN Mataram Japri Farm Agribisnis urban farming SMKPPN Mataram urban farming