Unram Latih Warga Perian Olah Limbah Pertanian dan Dedaunan Jadi Briket

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:34 WIB
Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unram, beserta warga Desa Perian foto bersama usai sosialisasi dan pelatihan Pembuatan Briket Berbasis Limbah Pertanian dan Sampah Dedaunan sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Sabtu (19/8). (IST/LOMBOK POST)
Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unram, beserta warga Desa Perian foto bersama usai sosialisasi dan pelatihan Pembuatan Briket Berbasis Limbah Pertanian dan Sampah Dedaunan sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Sabtu (19/8). (IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Limbah pertanian dan sampah dedaunan di Desa Perian, Lombok Timur, kini didorong menjadi sumber energi alternatif bernilai ekonomi melalui pelatihan pembuatan briket yang dilakukan Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Teknik Mesin Universitas Mataram (Unram), Rabu (19/8).

Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unram yang terdiri atas Nurchayati, S.T., M.T., Yesung Allo Padang, S.T., M.Eng., Prof. Hendry Sakke Tira, S.T., M.T., Ph.D., Nurpatria, S.T., M.Eng., serta mahasiswa Mohammad Syaiful Islam, menggelar pelatihan bertajuk, Pembuatan Briket Berbasis Limbah Pertanian dan Sampah Dedaunan sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Perian, Montong Gading, Lombok Timur. 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, sivitas akademika Unram berupaya memberikan kontribusi langsung dalam menjawab kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat.

“Pelatihan ini diikuti oleh 37 peserta yang terdiri dari perwakilan dari 13 dusun yang ada di desa Perian,” terang Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unram Nurchayati, Sabtu (22/8).

Baca Juga: Unram Kirim Tim Medis dan Relawan, UKT 138 Mahasiswa NTT Dibebaskan

Mereka merupakan perwakilan dari 13 dusun di Desa Perian, terdiri atas kelompok pemuda, ibu-ibu PKK, kelompok masyarakat, serta pelaku usaha dan UMKM yang berpotensi memanfaatkan briket. 

Peserta dipilih karena memiliki akses langsung terhadap bahan baku lokal, seperti sekam padi, limbah pertanian, dan sampah dedaunan. Dengan ketersediaan bahan tersebut, teknologi pembuatan briket diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sekaligus memanfaatkan sumber daya lokal.

Karena tujuan dari pelatihan ini, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Perian dalam mengolah limbah pertanian dan sampah dedaunan menjadi briket bioenergi, serta mendorong terbentuknya pola pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

“Kami fokuskan untuk menghasilkan produk briket ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif rumah tangga dan berpotensi dikembangkan sebagai produk ekonomi lokal,” jelasnya.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga praktik langsung membuat briket arang berbahan limbah pertanian, seperti sekam padi, serta sampah pekarangan berupa dedaunan dan kulit asam. 

 Baca Juga: Bawa Semangat Penguatan Keluarga, DWP Unram dan Sakinah Fest Gelar Kajian Lelah yang Berbuah Pahala

Peserta terlihat aktif berdiskusi dan antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan briket, mulai dari proses pencetakan hingga pemanfaatannya.

Briket yang telah dibuat bahkan langsung diuji coba untuk membakar pisang dan makanan panggang atau barbeque. Antusiasme tersebut tampak sepanjang sesi pelatihan.

Kegiatan ini ditujukan untuk membantu masyarakat mengatasi persoalan limbah pertanian dan sampah dedaunan yang selama ini masih dibakar, dibuang, atau belum dimanfaatkan secara optimal. 

Kondisi tersebut tidak hanya menambah timbulan sampah, tetapi juga membuat potensi limbah sebagai sumber energi dan bahan bernilai ekonomi belum dimanfaatkan.

Melalui pelatihan pembuatan briket, masyarakat diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengolah limbah seperti sekam padi, dedaunan, dan kulit asam menjadi bahan bakar alternatif. 

Pemanfaatan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar diharapkan dapat mengurangi limbah sekaligus menyediakan sumber energi yang lebih mudah diperoleh masyarakat. 

Baca Juga: BNPB Catat 595 Hektare Lahan Terbakar di Kalimantan Selatan

Selain meningkatkan keterampilan dalam membuat briket, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Briket yang dihasilkan juga berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai jual, sehingga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan secara optimal.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan limbah pertanian dan sampah dedaunan yang selama ini masih banyak dibakar, dibuang, atau belum dimanfaatkan secara optimal.

“Mudah-mudahan ini bisa membantu mengurangi timbulan sampah, pemanfaatan limbah menjadi briket juga memberikan alternatif sumber energi dari bahan baku lokal yang berpotensi memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam penyediaan energi bersih dan terjangkau melalui pemanfaatan bioenergi berbasis biomassa lokal (Goal 7), serta Goal 12 yang mendorong pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui pengurangan volume sampah dan pemanfaatan limbah menjadi produk yang dapat digunakan. 

Baca Juga: PTN KTI Pacu Daya Saing Indonesia Timur, Unram Dorong Bantuan UKT

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Tim Pengabdian Jurusan Teknik Mesin Unram berharap terbentuk model pengelolaan sampah pertanian dan pekarangan rumah yang terintegrasi, bernilai tambah, dan berkelanjutan, serta mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat desa dalam upaya bersama mengatasi persoalan sampah serta mengubahnya menjadi sumber energi.

Kepala Desa Perian Muhammad Jupri menyampaikan apresiasi atas pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memberikan tambahan ilmu dan wawasan bagi warga, sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bijak dan berkelanjutan serta memiliki nilai tambah secara ekonomi.

Sundusiah, salah seorang peserta, menilai pelatihan tersebut sangat bermanfaat karena ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di tengah masyarakat. Ia menyebut masih ada beberapa tahapan yang perlu dipahami dalam proses pembuatan briket. 

Saat menyaksikan proses pembakaran briket untuk BBQ, Sundusiah juga menilai panas yang dihasilkan cukup baik dan mampu digunakan untuk memasak.

Baca Juga: Unram Hilirisasi Kepiting Bakau Jadi Produk Krispi

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada pelatihan tersebut, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan agar pengetahuan yang diperoleh dapat terus diterapkan masyarakat. “Kedepannya kami berharap ada pendampingan lanjutan agar ilmu yang didapat bisa terus diterapkan,” terangnya. 

Hultiawati, selaku Humas Desa Perian, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ia mengatakan, hasil pelatihan akan disosialisasikan dalam pertemuan bersama ibu-ibu PKK sehingga dapat mendukung program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
teknik mesin Pengabdian kepada masyarakat Unram pelatihan lingkungan