SMK Go Global Buka Peluang Kerja Luar Negeri bagi Lulusan NTB

Jay • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 16:33 WIB
FOTO BERSAMA: Ketua Tim Kelembagaan sekaligus Fungsional Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI NTB Made Setianingrum (tiga dari kanan) bersama kepala SMKPPN Mataram di sesla-sela kegiatan pelatihan kick off SMK Go Global di Aula SMKPPN Mataram, Rabu (26/8).
FOTO BERSAMA: Ketua Tim Kelembagaan sekaligus Fungsional Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI NTB Made Setianingrum (tiga dari kanan) bersama kepala SMKPPN Mataram di sesla-sela kegiatan pelatihan kick off SMK Go Global di Aula SMKPPN Mataram, Rabu (26/8).

 

LombokPost- Peluang masyarakat NTB untuk bekerja ke luar negeri semakin terbuka. Melalui program SMK Go Global, pemerintah menyiapkan calon tenaga kerja terampil agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

Program SMK Go Global merupakan program direktif Presiden Republik Indonesia. Program ini dijalankan secara terintegrasi oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB.

Program ini diarahkan untuk memperkuat keterampilan dan kompetensi calon pekerja migran sebelum masuk ke pasar kerja luar negeri. Pelatihan tidak dilakukan secara umum, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja dan permintaan riil dari negara tujuan penempatan.

Baca Juga: 125 Guru di NTB Ikuti UKBI, IGI Dorong Ada Standar Kemahiran Bahasa

Secara nasional, target penempatan pekerja migran pada 2026 mencapai 40 ribu warga negara Indonesia. Mereka dipersiapkan melalui pelatihan intensif agar memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja internasional.

Ketua Tim Kelembagaan sekaligus Fungsional Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI NTB Made Setianingrum menjelaskan, SMK Go Global memfokuskan pelatihan pada peningkatan kompetensi teknis melalui skema upskilling dan reskilling. Peserta juga mendapatkan penguatan kemampuan bahasa asing.

Kurikulum pelatihan disusun berdasarkan demand atau job order riil dari negara-negara tujuan penempatan. Dengan pola ini, calon pekerja tidak hanya memiliki keterampilan. Mereka juga dipersiapkan sesuai kebutuhan pekerjaan yang tersedia.

Baca Juga: Mahasiswa Unram Berangkat ke NTT, Lanjutkan Misi Kemanusiaan

"Masyarakat kita latih dulu sesuai dengan keminatan mereka untuk mau bekerja ke negara mana dan sektor apa," ujar Made di sela-sela kegiatan pelatihan SMK Go Global di Aula SMKPPN Mataram, Rabu (26/8).

Di NTB, sejumlah pelatihan SMK Go Global mulai berjalan. Salah satunya pelatihan sektor perkebunan atau plantation worker dengan negara tujuan Malaysia. Pelatihan lainnya menyasar sektor jasa. Salah satunya pelatihan barista yang digelar di BLK Skill Center untuk proyeksi kerja ke luar negeri, termasuk ke Turki dan sejumlah negara tujuan lainnya.

Peluang baru juga terbuka bagi lulusan SMKPPN Mataram. Pemerintah membuka sektor pertanian dalam skema penempatan Government to Government (G2G) Korea Selatan.

Baca Juga: Kepala Sekolah di Mataram Banyak Masih Plt, PGRI Soroti Lemahnya Perencanaan

Sebelumnya, penempatan pekerja migran melalui skema G2G Korea Selatan telah berjalan pada sektor hospitality dan manufaktur. Kini, sektor pertanian menjadi peluang tambahan bagi tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.

Peluang ini menjadi perhatian BP3MI NTB. Lembaga ini terus membangun kerja sama dengan SMKPPN Mataram untuk menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai standar pekerjaan di Korea Selatan.

Melalui SMK Go Global, alumni SMKPPN Mataram akan terlebih dahulu menjalani proses upskilling. Setelah kompetensinya diperkuat, mereka dapat diproses untuk mengikuti tahapan penempatan kerja ke luar negeri sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: 47 Dokter Baru FK Unizar Diambil Sumpah, 14 Raih Cumlaude

“Melalui program SMK Go Global, para alumni akan melalui proses upskilling terlebih dahulu sebelum diproses lebih lanjut untuk keberangkatan,” terang Made.

Setelah rangkaian pelatihan SMK Go Global selesai, calon tenaga kerja akan menjalani proses sertifikasi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sertifikasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan kompetensi peserta sesuai standar profesi.

Dengan bekal keterampilan teknis, kemampuan bahasa asing, dan sertifikasi, lulusan diharapkan lebih siap menghadapi persaingan kerja di luar negeri.

Baca Juga: SMKN 4 Mataram Siapkan LSP P1, Sertifikasi Kompetensi Siswa Diperkuat

“Tahapan penempatan selanjutnya akan dilakukan melalui kolaborasi dengan mitra Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) maupun melalui skema penempatan resmi pemerintah,” tutur Made.

Program SMK Go Global menjadi langkah BP3MI NTB dalam memperluas akses kerja luar negeri bagi lulusan NTB. Pelatihan berbasis kebutuhan pasar diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja terampil yang siap bekerja, mandiri, dan memiliki daya saing global.

Kepala SMKPPN Mataram Sugiarta mengapresiasi program ini. Menurutnya, peluang kerja ke luar negeri melalui jalur resmi dapat menjadi ruang bagi lulusan untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperluas kesempatan berkarier di tingkat internasional.

Baca Juga: Berkat Juara Internasional Santri Trensains Tebuireng Asal NTB Dapat Apresiasi Gubernur Jatim

“Ini peluang bagi lulusan SMKPPN Mataram yang mau bekerja ke Malaysia di bidang perkebunan,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
SMK Go Global SMK Go Global NTB kerja ke luar negeri peluang kerja luar negeri lulusan NTB kerja ke luar negeri