LombokPost- Prestasi akademik bukan satu-satunya bekal siswa untuk meraih kesuksesan di masa depan. Pembentukan karakter siswa SMPN 2 Mataram menjadi perhatian serius sekolah untuk memastikan peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki etika, disiplin, dan integritas.
Penguatan karakter siswa dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai program. Pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diterapkan melalui kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, pembiasaan keagamaan, hingga aktivitas organisasi siswa.
Plt Kepala SMPN 2 Mataram Ni Nengah Sri Swathi mengatakan, seluruh kegiatan sekolah dirancang agar memiliki muatan pembentukan karakter. Sinergi berbagai program itu diharapkan membentuk kebiasaan positif yang melekat pada diri siswa.
Baca Juga: Siswi SMAN 3 Mataram Raih Emas Porprov NTB, Bawa Drumband Jadi Juara Umum
“Sinergi ini dirancang agar setiap aktivitas sekolah memiliki muatan moral yang kuat,” tegas Sri, Jumat (21/8).
Pada kegiatan intrakurikuler, penguatan karakter siswa dilakukan melalui proses pembelajaran. Guru mata pelajaran, wali kelas, hingga guru wali memiliki peran dalam menanamkan nilai moral kepada siswa saat kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, kegiatan kokurikuler diarahkan untuk mendukung pencapaian delapan dimensi profil lulusan (DPL). Melalui pendampingan fasilitator, siswa tidak hanya belajar meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga dilatih membangun kemampuan bekerja sama dan berkolaborasi.
Baca Juga: SRMP 18 Lobar Ikut Gerakan Menanam Cabai, Siswa Turun Langsung Rawat Tanaman
Program pembentukan karakter siswa kemudian diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat sekaligus belajar mengenai tanggung jawab dan kedisiplinan. Kepramukaan menjadi salah satu kegiatan yang mendapat perhatian. Melalui kegiatan itu, siswa ditempa agar memiliki sikap disiplin, tangguh, mandiri, dan berintegritas.
“Salah satunya adalah kepramukaan, tempat para siswa digembleng secara disiplin untuk menjadi pribadi yang tangguh dan berintegritas,” terang Sri.
Penguatan karakter siswa juga dilakukan melalui pembiasaan keagamaan. Setiap Jumat, SMPN 2 Mataram melaksanakan kegiatan Imtak yang menjadi salah satu pilar pembentukan karakter sekaligus dilaksanakan secara inklusif bagi seluruh siswa. Siswa muslim mengikuti salat duha berjamaah. Siswa Hindu melaksanakan persembahyangan Trisandya bersama. Sementara siswa Kristen dan Buddha menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
Baca Juga: SMK Go Global Buka Peluang Kerja Luar Negeri bagi Lulusan NTB
Bagi siswa baru kelas VII, sekolah juga menyiapkan program khusus. Siswa muslim mengikuti kelas Diniah, sedangkan siswa Hindu mengikuti kelas Serada Bakti. Program itu menjadi bagian dari upaya mengenalkan nilai-nilai keagamaan dan karakter sejak awal memasuki lingkungan SMPN 2 Mataram.
“Pembiasaan ini menjadi bagian penting untuk menanamkan nilai karakter dan keagamaan kepada siswa sejak dini,” jelas Sri.
Pembentukan karakter tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran dan keagamaan. SMPN 2 Mataram juga mengembangkan kepemimpinan siswa melalui organisasi sekolah. OSIS, Pramuka, dan PMR mendapatkan pembekalan melalui Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Dalam program itu, sekolah berkolaborasi dengan pihak pangkalan udara (Lanud).
Baca Juga: 125 Guru di NTB Ikuti UKBI, IGI Dorong Ada Standar Kemahiran Bahasa
Para peserta mendapatkan latihan fisik dan mental dengan pendekatan semimiliter. Kegiatan itu diarahkan untuk membangun kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, serta ketangguhan psikologis siswa.
“Latihan fisik dan mental yang semi militer ini terbukti memberikan kesan mendalam sekaligus membentuk ketangguhan psikologis anak,” ujarnya.
Melalui berbagai program itu, pembentukan karakter siswa dilakukan secara berkelanjutan. Mulai dari pembelajaran di kelas, kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, pembiasaan Imtak, hingga latihan kepemimpinan, seluruhnya diarahkan untuk membangun pribadi siswa yang berkarakter.
Baca Juga: Mahasiswa Unram Berangkat ke NTT, Lanjutkan Misi Kemanusiaan
Sri meyakini pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan siswa berprestasi secara akademik. Penguatan karakter menjadi fondasi agar lulusan mampu membawa ilmu pengetahuan sekaligus etika yang baik ketika terjun ke masyarakat.
“Dengan konsistensi program tersebut, diharapkan penguatan karakter siswa dapat terus melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter mulia dan siap bersaing di masyarakat,” pungkas Sri.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post