OBA ke-9 NTB Diikuti 116 Siswa, Bahasa Arab Diperkuat di Era AI

Jay • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:18 WIB
FOTO BERSAMA: Para pengurus MGMP Bahasa Arab Provinsi NTB foto bersama peserta di sela-sela kompetisi OBA ke-9 di Hotel Puri Indah Mataram, Sabtu (29/8).
FOTO BERSAMA: Para pengurus MGMP Bahasa Arab Provinsi NTB foto bersama peserta di sela-sela kompetisi OBA ke-9 di Hotel Puri Indah Mataram, Sabtu (29/8).

 

LombokPost- Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 Tingkat Provinsi NTB kembali digelar. Sebanyak 116 siswa dari berbagai kabupaten/kota di NTB ambil bagian dalam kompetisi Bahasa Arab yang berlangsung di Hotel Puri Indah Mataram, Sabtu (29/8).

Kegiatan yang digelar Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab Provinsi NTB tersebut tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan siswa dalam Bahasa Arab. OBA ke-9 NTB juga menjadi momentum memperkuat kecintaan generasi muda terhadap Bahasa Arab dan Alquran.

Selain 116 siswa, kegiatan tersebut turut diikuti 64 guru Bahasa Arab dari berbagai daerah di NTB. Para siswa berkompetisi dalam 11 kategori perlombaan untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA.

Baca Juga: Banyak Kasek Masih Plt, Disdik Mataram Jelaskan Kendalanya

OBA ke-9 Tingkat Provinsi NTB 2026 diadakan Forum MGMP Bahasa Arab NTB di bawah kepemimpinan Lalu Mufti Sadri, MA. Kegiatan mendapat dukungan Baznas NTB, DPD RI, dan Penerbit Erlangga. Olimpiade Bahasa Arab tersebut dibuka Ketua Baznas NTB Dr Lalu Muhammad Iqbal Murad, MA. Ia memberikan apresiasi terhadap antusiasme siswa dan guru yang mengikuti kegiatan.

“Para peserta yang hadir di tempat ini adalah para pecinta Bahasa Arab, para pegiat Bahasa Arab, yang berarti sedang membuka gerbang khazanah intelektualisme Islam,” ungkapnya.

Menurutnya, Bahasa Arab memiliki posisi penting dalam membuka akses terhadap kekayaan intelektual dan khazanah keilmuan Islam. Karena itu, kegiatan seperti OBA ke-9 NTB dinilai penting untuk mendorong generasi muda mencintai sekaligus menguasai Bahasa Arab.

Baca Juga: Mulyadi Bawa SRMP 18 Lobar Juara I OSN IPA

Bahasa Arab tidak sekadar menjadi mata pelajaran di sekolah maupun madrasah. Penguasaan Bahasa Arab juga dapat menjadi pintu bagi generasi muda untuk memahami Alquran, hadis, literatur Islam, serta berbagai khazanah intelektual Islam.

Ketua Forum MGMP Bahasa Arab NTB Lalu Mufti Sadri, MA, mengatakan Olimpiade Bahasa Arab tidak hanya dirancang sebagai kompetisi. OBA menjadi ruang bertemunya guru dan siswa pecinta Bahasa Arab dari berbagai kabupaten/kota di NTB.

“Olimpiade ini sebagai wadah bertemunya para guru dan siswa pecinta Bahasa Arab yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di NTB. Kita ingin membangun semangat bersama untuk lebih memajukan Bahasa Arab dan Bahasa Alquran di NTB,” ujarnya.

Baca Juga: Sewa iPhone Makin Tren, Risiko Data Pribadi Mengintai

Menurut Mufti, OBA ke-9 NTB memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan, keberanian, dan kreativitas. Kompetisi juga menjadi sarana untuk mengukur kompetensi Bahasa Arab melalui persaingan yang sehat dan edukatif.

OBA ke-9 tahun ini mengusung tema “Kita Bangga dan Terus Berprestasi Menuju Indonesia Emas dengan Bahasa Alquran.” Tema tersebut menjadi spirit untuk menjadikan Bahasa Arab sebagai bagian penting dalam penguatan pendidikan. Terlebih, Bahasa Arab memiliki keterkaitan erat dengan upaya memahami sumber-sumber utama keislaman.

Rangkaian OBA ke-9 NTB juga diisi Pertemuan Guru Bahasa Arab se-NTB. Sebanyak 64 guru mengikuti forum tersebut. Pertemuan guru menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan kompetensi profesional guru Bahasa Arab. Para pendidik juga mendapatkan ruang untuk berbagi pengalaman dan strategi pembelajaran.

Baca Juga: Kasus Korupsi Rektor Unsoed Dinilai Jadi Momentum Audit Menyeluruh PTN

Salah satu agenda utama yakni seminar bertajuk “Pembelajaran Bahasa Arab di Era AI”. Seminar menghadirkan akademisi UIN Mataram Dr H Abdul Azis, M.Pd. Dalam seminar tersebut dibahas berbagai peluang dan tantangan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa Arab.Para guru didorong memanfaatkan teknologi secara bijak dan kreatif. Tujuannya agar pembelajaran Bahasa Arab semakin efektif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Berbagi Praktik Baik (Best Practice). Sesi tersebut menghadirkan Ustadzah Fifin Candra Arifa, M.Pd., guru Bahasa Arab dari Dompu. Para guru mendapatkan inspirasi dari pengalaman pembelajaran yang telah diterapkan di lapangan. Mereka juga memiliki kesempatan bertukar gagasan dan strategi untuk mengembangkan pembelajaran Bahasa Arab.

Dengan melibatkan 116 siswa dan 64 guru, OBA ke-9 dan Pertemuan Guru Bahasa Arab se-NTB menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan Bahasa Arab di NTB.

Baca Juga: SMPN 2 Mataram Perkuat Karakter Siswa, Tak Sekadar Kejar Prestasi

Mufti menegaskan Forum MGMP Bahasa Arab NTB akan terus menghadirkan ruang kolaborasi, kompetisi, inovasi, dan pengembangan profesional bagi guru. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap Bahasa Arab dan Alquran.

Semangat itu sekaligus menjadi pesan utama OBA ke-9 NTB. Bahasa Arab diharapkan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi berkembang menjadi kemampuan yang membuka wawasan siswa terhadap ilmu pengetahuan dan khazanah Islam.

“Semangat tersebut sejalan dengan tema OBA ke-9, kita bangga dan terus berprestasi menuju Indonesia emas dengan bahasa Alquran,” pungkas Mufti.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
OBA ke-9 NTB Bahasa Arab NTB OBA NTB 2026 Olimpiade Bahasa Arab NTB olimpiade bahasa arab