LombokPost-Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyalurkan bantuan kepada 75 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang keluarganya terdampak bencana. Bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi NTB itu diserahkan di Aula Lantai III Gedung Rektorat UMMAT, Jumat (28/8).
Bantuan diberikan sebagai bagian dari upaya UMMAT mendampingi mahasiswa yang tengah menghadapi situasi sulit. Bencana di sejumlah wilayah NTT tidak hanya berdampak terhadap keluarga di daerah asal, tetapi juga dinilai berpotensi memengaruhi kondisi psikologis, ekonomi, hingga keberlanjutan studi mahasiswa.
Mewakili pimpinan UMMAT, Wakil Rektor III Dr. Erwin, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS NTB atas dukungan kepada mahasiswa asal NTT.
“Kami mewakili pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS NTB. Bantuan ini sangat berarti bagi adik-adik mahasiswa kami yang keluarganya sedang menghadapi musibah. Kepedulian seperti ini menunjukkan bahwa dalam situasi sulit, semangat kemanusiaan, solidaritas, dan kebersamaan harus terus kita kuatkan,” ungkapnya.
Baca Juga: Mahasiswa UMMAT Ikuti I-LISS 2026, Perkuat Wawasan Perpustakaan Digital
Erwin juga menyampaikan duka dan keprihatinan atas musibah yang melanda masyarakat di sejumlah wilayah NTT. Ia berharap keluarga dan masyarakat terdampak mendapat kekuatan, kesabaran, serta ketabahan untuk melalui masa sulit dan memulihkan kehidupannya.
Kepada mahasiswa asal NTT, ia meminta mereka tetap menjaga semangat untuk melanjutkan perkuliahan meski pikiran dan perasaan tertuju kepada keluarga di kampung halaman.
“Kepada adik-adik mahasiswa asal NTT, tetaplah kuat dan jangan kehilangan semangat untuk melanjutkan pendidikan. Kami memahami bahwa pikiran dan perasaan adik-adik tentu tertuju kepada keluarga di kampung halaman. Mari kita doakan bersama agar keluarga yang terdampak diberikan perlindungan, kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam melewati masa sulit ini,” pesannya.
Erwin menegaskan perhatian UMMAT tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Kampus juga tengah menyiapkan langkah dan kebijakan khusus bagi mahasiswa yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung.
“Insyaallah, UMMAT akan mengeluarkan kebijakan bagi adik-adik mahasiswa yang terdampak bencana sebagai bentuk keberpihakan dan kepedulian institusi. Kami ingin memastikan bahwa kondisi yang sedang dialami keluarga tidak menjadi alasan bagi mahasiswa untuk kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan studinya,” tegasnya.
Menurut Erwin, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Universitas juga memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan untuk menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, saling membantu, dan memberikan rasa aman kepada mahasiswa dalam kondisi darurat.
Karena itu, UMMAT berkomitmen membangun ekosistem kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. Kampus diharapkan dapat menjadi sumber dukungan bagi mahasiswa yang menghadapi persoalan ekonomi, keluarga, maupun kondisi kedaruratan akibat bencana.
Penyaluran bantuan kepada 75 mahasiswa asal NTT juga menjadi bentuk sinergi UMMAT dan BAZNAS NTB. Kolaborasi itu diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa dan keluarganya sekaligus menjaga agar pendidikan mereka tetap berlanjut.
UMMAT juga berharap semangat gotong royong dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat terus tumbuh. Dukungan bersama diharapkan membantu mahasiswa terdampak tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
Editor : Akbar Sirinawa