SMAN 9 Mataram Perkuat Sekolah Ramah Anak, Hak Siswa Prioritas

Jay • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 16:39 WIB
Nengah Istiqomah
Nengah Istiqomah

 

LombokPost- SMAN 9 Mataram terus memperkuat penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA). Predikat SRA yang diterima dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menjadi pijakan bagi sekolah untuk memastikan hak pendidikan siswa tetap terpenuhi.

Predikat SRA SMAN 9 Mataram dianugerahkan KemenPPPA di Jakarta pada periode 2022/2023. Sejak saat itu, sekolah terus menyosialisasikan program SRA kepada warga sekolah sekaligus masyarakat.

Kepala SMAN 9 Mataram Nengah Istiqomah menegaskan, status sebagai SRA bukan berarti sekolah terbebas dari berbagai persoalan siswa. Menurutnya, ukuran keberhasilan SRA justru terlihat dari kemampuan sekolah menangani persoalan anak secara tepat dan tuntas.

Baca Juga: Lombok Post Bekali Mahasiswa Baru STIKES Mataram Ilmu Jurnalistik

Dalam menghadapi dinamika siswa, SMAN 9 Mataram mengedepankan sinergi antara Tim Disiplin Positif (Dispo), guru mata pelajaran, wali kelas, hingga guru Bimbingan Konseling (BK). Setiap persoalan siswa diupayakan diselesaikan dengan pendekatan yang tetap memperhatikan hak dan kepentingan terbaik anak.

“Jika siswa terjerat kasus hukum berat atau kriminalitas di luar sekolah, hak pendidikan mereka tetap diperjuangkan,” tegas Nengah.

Komitmen itu diwujudkan melalui pendampingan terhadap siswa yang menghadapi persoalan serius. SMAN 9 Mataram bahkan menggandeng 16 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sejumlah lembaga terkait. Kemitraan itu melibatkan kepolisian, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3), Dinas Kesehatan, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN).

Baca Juga: Supervisi Kolaboratif MAN 2 Mataram Kawal Kurikulum Berbasis Cinta

Meski komitmen terhadap SRA terus diperkuat, SMAN 9 Mataram masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya menyangkut ketersediaan fasilitas penunjang SRA. Keterbatasan dana BOS membuat sekolah harus melakukan pembenahan fasilitas secara bertahap. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan toilet dengan rasio ideal sesuai kebutuhan siswa. Dari sebelumnya 33 unit toilet, SMAN 9 Mataram kini telah menambah 10 unit toilet baru melalui bantuan khusus.

“Pembenahan fasilitas sanitasi tersebut menjadi bagian dari upaya kami menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh siswa,” terangnya.

Tantangan lain yang dihadapi sekolah adalah pembinaan karakter siswa, terutama ketika memasuki tahun ajaran baru. Siswa kelas X menjadi salah satu perhatian karena membawa kebiasaan dari jenjang pendidikan sebelumnya. Sekolah perlu melakukan penyesuaian sekaligus pembinaan agar kebiasaan yang kurang baik tidak terbawa ke lingkungan sekolah.

Baca Juga: Ghani-Rifa Menang, Pimpin OSIM MAN 1 Mataram

Salah satu persoalan yang diantisipasi adalah penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan siswa. Untuk mencegah persoalan itu berkembang, Nengah mendorong keterlibatan orang tua dalam pengawasan siswa di rumah.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
SRA SMAN 9 Mataram Sekolah Ramah Anak SMAN 9 Mataram hak siswa Sekolah Ramah Anak SMAN 9 Mataram