LombokPost-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) memperluas jejaring akademik global melalui 2nd International Conference on Global Innovations in Education, Science, and Technology (ICGIESTEC) 2026. Konferensi internasional itu berlangsung di Fave Hotel Mataram, Sabtu (5/9).
ICGIESTEC 2026 mengusung tema “Advancing Sustainable and Intelligent Futures through AI-Driven Innovations in Education, Science, and Technology.” Forum ini membahas keterhubungan pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam membangun masa depan yang berkelanjutan, inovatif, inklusif, dan berdaya saing.
Konferensi mempertemukan akademisi, peneliti, pendidik, serta pemerhati pendidikan dari Indonesia dan berbagai negara. Mereka mendiskusikan perkembangan dalam bidang pendidikan, sains, teknologi, serta inovasi berbasis AI.
Baca Juga: FKIP UMMAT Satukan Seluruh Ormawa, Siapkan Kader Pemimpin Berdampak
Sejumlah akademisi nasional dan internasional hadir sebagai pembicara. Mereka adalah Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti dari Universitas Airlangga, Indonesia; Prof. Dr. Hadi Susanto dari Khalifa University, Uni Emirat Arab; Prof. Dr. Moses Adeleke Adeoye dari Al-Hikmah University Ilorin, Nigeria; serta Dr. I Wayan Artika dari Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia.
Selain itu, hadir Dr. Nanang Rahman dan Dr. Siti Sanisah dari Universitas Muhammadiyah Mataram. Latar belakang keilmuan yang beragam membuka ruang pembahasan mengenai perkembangan AI dan teknologi serta penerapannya secara produktif, etis, dan berkelanjutan dalam pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Rektor UMMAT Dr. H. Abdul Wahab, M.A. menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis menghadapi transformasi teknologi, terutama perkembangan kecerdasan artifisial yang semakin cepat.
Menurutnya, AI telah membawa perubahan signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan, riset, dan pengembangan teknologi. Perguruan tinggi karena itu tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga perlu menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi yang bertanggung jawab.
“Perkembangan kecerdasan artifisial telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu menjadi ruang lahirnya inovasi yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga tetap berorientasi pada nilai, keberlanjutan, dan kemaslahatan masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga: SNTS II 2026, UMMAT Pertemukan Riset Kampus dengan Dunia Profesional
Abdul Wahab juga menilai konferensi internasional seperti ICGIESTEC memiliki posisi penting dalam memperkuat pertukaran pengetahuan sekaligus membangun kolaborasi lintas negara.
“Kami berharap ICGIESTEC 2026 dapat menjadi wadah untuk memperluas kolaborasi internasional, menghasilkan gagasan-gagasan inovatif, serta mendorong lahirnya solusi akademik dan teknologi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui forum tersebut, UMMAT mendorong penguatan atmosfer akademik internasional sekaligus memperluas jejaring kelembagaan dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan publikasi ilmiah.
Dekan FKIP UMMAT Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si. mengatakan, ICGIESTEC menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam membangun budaya akademik yang produktif, inovatif, dan terbuka terhadap kolaborasi internasional.
Menurutnya, konferensi internasional tidak semestinya berhenti sebagai ruang presentasi hasil penelitian. Forum itu juga perlu membuka jalan menuju kerja sama akademik yang lebih konkret dan berkelanjutan.
“ICGIESTEC 2026 kami hadirkan sebagai ruang akademik untuk mempertemukan berbagai gagasan dan hasil penelitian dalam bidang pendidikan, sains, dan teknologi. Kami ingin forum ini tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi penelitian, publikasi, dan inovasi yang berkelanjutan,” jelasnya.
Muhammad Nizaar juga menekankan pentingnya sikap kritis dan bijaksana dalam merespons perkembangan AI di dunia pendidikan. Teknologi perlu ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, kreativitas, dan produktivitas akademik.
Baca Juga: Wamen PKP Fahri Hamzah hingga Pakar World Bank Bahas Infrastruktur Hijau di UMMAT
“Pemanfaatan AI dalam pendidikan harus ditempatkan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan secara etis, kreatif, bertanggung jawab, dan tetap menempatkan manusia sebagai pusat dari proses pendidikan,” tegasnya.
Ia menilai transformasi pendidikan berbasis teknologi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengadopsi perangkat digital. Penguatan etika, literasi teknologi, kreativitas, dan tanggung jawab akademik juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Ketua Panitia ICGIESTEC 2026 Dr. Syaharuddin, M.Si. menjelaskan, konferensi dirancang sebagai forum internasional untuk memperluas pertukaran gagasan sekaligus membuka peluang kolaborasi antara akademisi dan peneliti.
“Pelaksanaan ICGIESTEC 2026 merupakan ikhtiar FKIP UMMAT untuk memperluas ruang dialog akademik pada tingkat internasional. Melalui kegiatan ini, kami mempertemukan para akademisi dan peneliti untuk berbagi hasil penelitian, pengalaman, serta inovasi dalam bidang pendidikan, sains, dan teknologi,” ungkapnya.
Menurut Syaharuddin, keterhubungan akademisi dari berbagai institusi dan negara menjadi modal penting dalam menghadapi persoalan pendidikan dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks.
Para peserta melalui konferensi itu memiliki ruang untuk bertukar pengalaman, membahas hasil penelitian, mengembangkan perspektif baru, hingga membuka peluang kerja sama dalam penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan inovasi, serta program akademik lainnya.
Dr. Syaharuddin juga menyampaikan apresiasi kepada pembicara, peserta, mitra, dan panitia yang berkontribusi dalam pelaksanaan ICGIESTEC 2026.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan konferensi ini. Semoga seluruh gagasan dan hasil penelitian yang dipresentasikan dapat memberikan manfaat, membuka peluang kolaborasi baru, dan menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.
Penyelenggaraan ICGIESTEC 2026 menjadi salah satu langkah FKIP UMMAT dalam merespons perubahan global yang ditandai pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial, digitalisasi, dan transformasi ilmu pengetahuan. Forum ini juga menjadi ruang untuk memperkuat jejaring akademik internasional serta mendorong pengembangan riset dan inovasi.
Pemanfaatan AI dalam pendidikan turut ditempatkan dalam kerangka yang mencakup inovasi, keberlanjutan, etika, kemanusiaan, serta dampaknya terhadap masyarakat. Melalui ICGIESTEC 2026, FKIP UMMAT mendorong pengembangan pendidikan, sains, teknologi, dan kolaborasi akademik internasional yang dapat menghasilkan kontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.
Editor : Akbar Sirinawa